Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Banyak Pohon Tumbang, Sejumlah Objek Wisata Alam di Lembang Tutup Sementara

Hendro Susilo Husodo
Petugas berjaga di depan pintu masuk objek wisata Cikole Jagagiri Resort, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 1 Desember 2017.
Petugas berjaga di depan pintu masuk objek wisata Cikole Jagagiri Resort, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 1 Desember 2017.

NGAMPRAH, (PR).- Siklon Tropis Dahlia yang menumbangkan banyak pohon di sekitar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, membuat sejumlah objek wisata alam yang dikelola oleh Perum Perhutani ditutup untuk sementara waktu. Penutupan objek wisata itu dimaksudkan untuk menghindarkan para pengunjung dari bahaya pohon tumbang. 

Penutupan objek wisata alam itu pun didasarkan pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan bahwa cuaca ekstrim akan terjadi di wilayah Bandung Raya selama beberapa hari ke depan. Beberapa objek wisata yang ditutup sementara di antaranya ialah PAL 16, Cikole Jayagiri Resort, Curug Pelangi, Curug Layung, dan Orchid Forest. 

Polhut KRPH Cikole Perum Perhutani, Mulyana mengatakan, angin kencang yang terkadang disertai dengan hujan dikhawatirkan dapat mengakibatkan pohon tumbang. Walaupun belum ada laporan wisatawan yang terkena pohon tumbang, tempat wisata terpaksa ditutup sementara waktu supaya tidak mencelakai wisatawan. 

"Kawasan wisata ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bersama sejumlah anggota SAR, kami juga bersiaga di berbagai lokasi wisata Perhutani, sehingga jika ada kejadian pohon tumbang bisa segera dilakukan penanganan," kata Mulyana di Posko Tanggap Darurat Bencana Cikole, Jumat 1 Desember 2017.

Penutupan objek wisata Perhutani, kata dia, dilakukan sejak Kamis 30 November 2017 kemarin, ketika beberapa pohon pinus tumbang oleh angin kencang. Dia pun memastikan tak ada pengunjung yang masuk ke objek wisata Perhutani di sekitar Lembang, kendati sejumlah pengunjung menyesalkan penutupan tersebut

"Sejak Jumat pagi tadi sudah banyak pengunjung yang mau masuk. Namun, setelah kami jelaskan bahwa penutupan sementara ini terpaksa kami lakukan karena faktor cuaca, para pengunjung pun akhirnya bisa mengerti dan memakluminya. Soalnya, penutupan ini juga kan buat keselamatan pengunjung juga," katanya.

Dia menjelaskan, objek wisata yang dikelola Perhutani pada umumnya ditumbuhi pohon pinus yang berusia tua sehingga rawan tumbang jika terkena cuaca yang buruk. Bahkan, pada Kamis lalu ada pohon yang tumbang menimpa sebuah mobil Land Rover yang sedang diparkir. Oleh karena itu, kendaraan pun tidak diperkenankan diparkir di sekitar tempat wisata. 

Menjauh



Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Bandung Tony Agus Wijaya menyatakan, siklon tropis dahlia diperkirakan masih aktif sampai Minggu 3 Desember 2017, tetapi arah gerak lintasannya akan semakin menjauh dari wilayah Indonesia, sehingga dampaknya pun akan semakin berkurang. 

"Angin kencang yang kemarin dan hari ini terjadi itu karena terdapat siklon tropis dahlia di laut yang ada di barat daya Bengkulu. Terdapat daerah belokan angin dan kelembaban udara yang tinggi di sekitar Jawa Barat, sehingga terbentuk awan hujan dan peningkatan kecepatan angin di sekitar Bandung Raya," kata Tony, Kamis kemarin.

Berdasarkan pantauan BMKG sampai Kamis, 30 November 2017, jam 13.00, kecepatan angin maksimum mencapai 65 kilometer per jam dan bergerak ke arah timur dengan kecepatan gerak 20 kilometer per jam. Posisi siklon tropis dahlia pada Jumat ini sudah lebih jauh dibandingkan Kamis lalu, dan akan semakin menjauh dalam beberapa hari ke depan.***

Bagikan: