Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Buruh Cimahi Tak Puas dengan Rekomendasi UMK 2018

Ririn Nur Febriani
Ratusan buruh Kota Cimahi tak puas akan besaran rekomendasi Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi 2018 yang mengacu PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.*
Ratusan buruh Kota Cimahi tak puas akan besaran rekomendasi Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi 2018 yang mengacu PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.*

CIMAHI, (PR).- Ratusan buruh Kota Cimahi kembali turun ke jalan, Senin, 20 November 2017. Mereka tak puas akan besaran rekomendasi Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi 2018 yang mengacu PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.

Buruh melakukan aksi konvoi dari kawasan Industri menuju kantor Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah. Tiba di lokasi, mobil komando buruh langsung memblokade gerbang kantor pelayanan Pemkot Cimahi sehingga warga maupun PNS yang hendak keluar-masuk sempat terhambat.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Cimahi Dadan Sudiana mengatakan, rekomendasi UMK Cimahi tahun 2018 sebesar Rp 2,678 juta. "Kami menuntut kenaikan UMK 13,32% dengan nilai ebesar Rp 2,791 juta sesuai hasil penghitungan kenaikan KHL dari tahun lalu. Kami menolak upah dengan formulasi PP 78," ungkapnya.

Dia berharap Pemkot Cimahi mendengarkan aspirasi buruh terkait UMK 2018. "Pemerintahan baru harus tahu keinginan buruh, selama ini kan tutup telinga tutup mata. Saatnya Pemkot Cimahi melek dan berpihak pada buruh," katanya.

Sementara  itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Maria Fitriana ketika menerima perwakilan buruh mengatakan, surat rekomendasi yang dikirimkan kepada Gubernur Jabar tentang penetapan UMK Cimahi tahun 2018 mengacu kepada PP nomor 78.

"Pengajuan angka UMK Kota Cimahi tahun 2018 sebesar Rp 2,678 juta sudah sesuai dengan PP 78, apalagi kebijaksaan pemerintah pusat untuk melaksanakan itu," ujarnya.

Pihaknya berkilah tidak memperhatikan aspirasi buruh. "Jadi bukan menolak aspirasi buruh, Pak wali justru akan mencoba untuk memperbaiki dan memonitor struktur skala upah agar dilaksanakan juga oleh para pengusaha," ungkapnya.***

Bagikan: