Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Sidang Vonis Buni Yani, Amien Rais Hingga Kiwil Ikut Orasi

AMIEN Rais bersama peserta aksi memberi dukungan pada Buni Yani yang menjalani sidang vonis di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017.*
AMIEN Rais bersama peserta aksi memberi dukungan pada Buni Yani yang menjalani sidang vonis di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017.*

BANDUNG, (PR).- Sidang vonis Buni Yani diwarnai aksi yang digelar oleh sejumlah organisasi. Sejumlah tokoh ikut berorasi dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut digelar oleh beberapa organisasi, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Gema Pembebasan Bandung , Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar, Bang Japra (Jawara dan pengacara) Jakarta Pusat, Laskar Syuhada Sulawesi, dan lainnya.

Aksi semua organisasi itu menuntut hal yang sama. Mereka menuntut penegakan keadilan dan persidangan yang jujur untuk Buni Yani.

Turut bergabung bersama massa aksi, politisi Amien Rais. Kehadirannya untuk memberi dukungan pada Buni Yani.

"Tugas kita mengingatkan kebenaran. Jangan sampai negara ini rusak karena hukum dan keadilan tidak tegak lurus. Buni Yani mendapatkan kriminalisasi. Jadi mudah-mudahan Pak Hakim dapat membebaskan Buni Yani," kata Amien Rais dalam orasinya.

Tampak komedian Kiwil ikut beraksi bersama massa di depan gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung. Kiwil bahkan sempat berorasi. "Bagi saya, Buni Yani adalah seorang ayah yang menyatukan umat Islam di nusantara karena akhlak dan kemuliaan beliau," katanya.

Selama persidangan berlangsung, Jalan Seram ditutup sementara.

Tidak bersalah



Hari ini, Buni Yani menjalani sidang pembacaan vonis. Polisi menyiagakan personel untuk mengamankan sidang hari ini.

Sidang kasus dugaan pelanggaraan UU ITE itu digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut Buni Yani dengan dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider kurungan tiga bulan.

Jaksa berpendapat, Andi melanggar pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 Undang-undang RI nomor 11/2008 tentang ITE jo Undang-undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE.

Sementara Buni Yani tetap berpendirian tak bersalah. Sebelum sidang dimulai, Buni Yani tetap pada merasa tidak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaraan UU ITE.

"Bahwa saya tidak pernah melakukan pemotongan video yang tersebar dan semoga keadilan ada dipihak yang benar," ujarnya, Selasa 14 November 2017.

Seperti dalam eksepsinya, Buni Yani menyebut, ia tidak pernah memotong penggalan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51. Ia hanya menyebarkan video tersebut. (Dani Ramdani)*** 

Bagikan: