Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Kekurangan Murid, Tunjangan Profesi Guru SD di Bandung Barat Terhambat

Cecep Wijaya Sari

NGAMPRAH, (PR).- Jumlah siswa SDN Rancairung 3 di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat minim, yakni di bawah 120 siswa. Hal itu berdampak pada pencairan tunjangan profesi guru-guru bersertifikasi di sekolah setempat.

Informasi yang dihimpun, SDN Rancairung 3 yang berada di dekat genangan Waduk Saguling ini setiap tahun menerima siswa kurang dari 20 orang. Padahal setiap kelas atau rombongan belajar minimal diisi oleh 20 siswa.

Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Cihampelas Budianto membenarkan kondisi itu. Namun dia membantah jika kekurangan murid disebabkan tingkat partisipasi yang rendah ataupun kualitas sekolah yang belum memadai.

"Bertahun-tahun memang kondisinya seperti itu. Ini disebabkan jumlah anak usia SD di daerah setempat memang sedikit. Mungkin ini juga faktor berhasilnya program Keluarga Berencana di daerah itu," ujarnya di Cihampelas, Selasa 14 November 2017.

Menurut Budianto, minimnya jumlah murid di sekolah itu memang cukup berdampak pada pencairan TPG untuk guru-guru yang sudah memiliki sertifikasi. Sebab salah satu syaratnya, yaitu harus mengajar pada rombel yang terdiri atas minimal 20 siswa.

Saat ini, SDN 3 Rancairung memiliki 5 guru ASN yang bersertifikasi serta 3 guru honor. "Dari guru-guru yang bersertifikasi ini, memang ada yang bisa mendapatkan tunjangan profesi ada juga yang sulit," katanya.

Dilematis



Kondisi minimnya murid di SDN Rancairung 3 tersebut, diakui Budianto, cukup dilematis. Sebab biasanya, untuk mengatasi minimnya murid, sekolah bisa dimerger ataupun dibubarkan.

Sementara di SDN Rancairung 3, kedua cara itu tidak memungkinkan. Untuk merger, lokasi sekolah terdekat yakni SDN Rancairung 3 cukup jauh, sehingga akan menambah masalah baru bagi siswa.

"Jika merger, kasihan siswa sebab sekolahnya jadi lebih jauh. Kalaupun naik ojek, ongkosnya sangat mahal. Sementara kalau dibubarkan apalagi, bisa banyak yang putus sekolah," ujarnya.

Meski demikian, Budianto memastikan, aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal. Sementara soal pencairan tunjangan profesi guru, ia pun terus berkomunikasi dengan para guru untuk dicari solusi terbaik. 

Dia menambahkan, saat ini pun hampir semua SD di Cihampelas kekurangan guru berstatus ASN. Data UPT Pendidikan SD Kecamatan Cihampelas, ada 330 guru ASN dan 263 guru honorer yang mengajar di 43 SD negeri dan 2 SD swasta. "Dari jumlah tersebut, saat ini SD di Cihampelas kekurangan sekitar 100 guru ASN," katanya.***

Bagikan: