Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara

Catur Ratna Wulandari

BANDUNG, (PR).- Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Buni yani terbukti melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu tahun enam bulan," kata Ketua majelis hakim Saptono seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sidang Buni Yani ini digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut hukuman penjara dua tahun dan dednda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Langsung banding



Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Hal-hal yang memberatkan Buni Yani, menyurut hakim, perbuatannya telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan keluarga.

Buni Yani langsung mengajukan banding atas vonis hakim ini. "Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai, karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi," kata kuasa hukum terdakwa Aldwin Rahadian.

Meski telah divonis, Buni Yani tidak langsung ditahan. Penahanan dilakukan setelah ada putusan hukum tetap.*** 

Bagikan: