Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Dunia Sedang Berubah, Indonesia Butuh Pemimpin Kreatif

Muhammad Fikry Mauludy
STAND up comedian Mongol menjawab pertanyaan pelajar, pada diskusi Pemimpin Zaman Now Kreatif dan Produktif Dengar Yang Muda, di Mall Paris Van Java, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu 4 November 2017. Selain diskusi, acara yang dimeriahkan oleh sejumlah publik figur itu juga nenampilkan pameran dan festival.*
STAND up comedian Mongol menjawab pertanyaan pelajar, pada diskusi Pemimpin Zaman Now Kreatif dan Produktif Dengar Yang Muda, di Mall Paris Van Java, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu 4 November 2017. Selain diskusi, acara yang dimeriahkan oleh sejumlah publik figur itu juga nenampilkan pameran dan festival.*

BANDUNG, (PR).- Kantor Staf Khusus Presiden menyelenggarakan acara #DengarYangMuda edisi “Mengenal Presiden” di mal Paris van Java, Bandung, Sabtu 4 November 2017. Acara yang ditujukan bagi peserta dari generasi millennial ini melibatkan 78 SMA dan 41 komunitas se-Bandung.

Di depan kaum muda, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Diaz Hendropriyono mengatakan, karakter pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah seseorang yang kreatif dan produktif dengan kreasinya. Negara yang kreatif, perkembangan ekonominya ikut tergiring positif.

“Dalam beberapa kesempatan di setiap kunjungannya, Presiden Joko Widodo selalu bilang bahwa dunia ini sedang berubah. Kalau kita tidak berubah, kita akan tertinggal, dan sulit untuk mengejarnya,” ujar Diaz.

Ia menambahkan, kreatifitas di abad 21 merupakan keniscayaan. Itu karena dunia saat ini tengah berubah. Perubahan dirasakan mulai dari perkembangan mobil tenaga listrik, kecerdasan buatan, hingga pesawat komersial penjelajah Mars.

Yang paling dekat, perubahan ini terasa melalui sistem pembayaran yang mulai beralih menuju nontunai. Selain menggunakan kartu, sistem nontunai juga memudahkan publik cukup melalui sentuhan layar telepon pintar.

Maka, kata Diaz, perusahaan yang bisa menjadi penyintas dalam masa perubahan adalah mereka yang tak henti produktif juga kreatif.

“Intinya harus didasarkan kerja, kerja, kerja. Pemimpin yang dibutuhkan juga harus bisa menghapus ketimpangan pembangunan, menyediakan aksea pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja, hingga mengusung keberagaman,” kata dia.

Diskusi berkelanjutan



Acara ini merupakan lanjutan dari seri I di Gandaria City, Jakarta, yang mengangkat topik "Toleransi Jadi Aksi".  Acara di Bandung juga bekerja sama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF).

Ketua BCCF Fiki Satari mengatakan, membuat sebuah forum dialog di tempat anak muda kumpul, dipadu dengan kehadiran pujaan lokal seperti pemain Persib Febri Haryadi dan biduan nasional, Andien, merupakan hal menarik.

“Pemerintah pusat dalam hal ini Presiden, ingin memastikan seluruh aspirasi warga negara, khususnya pemuda terdengar. Yang tidak kalah penting juga, acara ini menyampaikan progress pembangunan yang sudah tercapai, serta inisiasi lainnya,” ujar dia.***

Bagikan: