Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Trotoar Berlubang, Turis Belanda Jatuh dan Patah Tulang

Yusuf Wijanarko
TURIS asal Belanda terperosok di trotoar berlubang di kawasan Dago, Kota Bandung, Selasa 3 Oktober 2017 malam.*
TURIS asal Belanda terperosok di trotoar berlubang di kawasan Dago, Kota Bandung, Selasa 3 Oktober 2017 malam.*

BANDUNG, (PR).- Salah seorang warga Bandung, pemilik akun Facebook, Sazkia Rosseina Gaziscania menceritakan pengalaman pribadi bersama adiknya saat menolong turis asal Belanda yang terperosok di trotoar berlubang di kawasan Dago, Kota Bandung, Selasa 3 Oktober 2017 malam. 

Sazkia menceritakan hal tersebut tepat pada hari ulang tahun Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Wali Kota pun turut ditandai dalam unggahan itu.

Sazkia menyebut, dia mengunggah foto beserta cerita tersebut dengan izin dari dua turis Belanda yang merupakan pasangan suami-istri itu, Herman dan Mairon. 

Sazkia menceritakan, saat hendak pulang bersama adiknya, ia mendengar suara rintihan minta tolong di trotoar seberang pom bensin, Jalan Ir. Juanda, tepatnya di bangunan nomor 399.

"Tadinya mau cuek karena kami dalam kondisi kehujanan dan membawa cucian. Tapi hati berkata lain, adik saya mengerem, saya pun berujar ’Lihat dulu, yuk. Siapa tahu butuh pertolongan’. Ternyata Marion, usia 51 tahun, terjeblos di trotoar yang bolong. Katanya kakinya patah sehingga ia tidak bisa berdiri. Ada suaminya, Herman yang terlihat panik. Saya sendiri tidak berani melihat lukanya. Ada seorang anak SMA yang membantu penerangan dengan senter dari HP-nya," ujar Sazkia.

Ambulans yang lama



Selanjutnya, Sazkia memaparkan, dia menawarkan ambulans dan Herman setuju. Ia menghubungi nomor panggilan darurat 112 namun disarankan untuk menelepon ke nomor 119 (Bandung Emergency Call). Akhirnya, Sazkia terhubung dengan 119 dan operator berjanji akan segera mengirimkan ambulans.

"Sudah 15 menit berlalu, tidak ada tanda ambulans datang. Adik saya sudah pulang dan mengambil mobil tapi kondisi kaki patah dan postur tubuh besar tidak memungkinkan untuk diangkat. Terpikir, kantor PMI di sebelah pom bensin dan akhirnya adik saya meluncur ke sana. Alhamdulillah, paramedis dan ambulans segera datang dan memberikan pertolongan pertama," tutur Sazkia.

Setelah itu, menurut Sazkia, Herman sempat meminjam ponselnya dan meminta dia untuk menghubungi nomor hotel Jayakarta. Demikian dilaporkan Prfmnews.

"Ternyata mereka (datang ke Bandung) bersama Panorama Tour. Chris, pemimpin tur, segera datang bersama petugas dari hotel Jayakarta. Saya menghubungi 119 dan mengatakan kalau bantuan PMI sudah datang terlebih dahulu dan saya ikut menemani Herman dan Marion hingga sampai ke UGD RS Borromeus," kata Sazkia.

"Setelah di-rontgen, terlihatlah patah tulang kaki kiri 2 ruas dan 3 rusuk kanannya. Marion akan menjalani operasi besok (Rabu 5 Oktober 2017) dan sudah mendapatkan penanganan di RS Borromeus. Herman sempat mengeluarkan dompet mau memberikan saya uang, tapi saya tidak mau menerima. Herman memeluk saya dengan erat dan menyampaikan terima kasih berulang kali," ujar Sazkia.***

 

Bagikan: