Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara

Yedi Supriadi
TERDAKWA kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan di di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kota Bandung, Selasa, 3 Oktober 2017. Buni Yani menyatakan akan melakukan pledoi setelah jaksa penuntut umum menyampaikan tuntutan 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.
TERDAKWA kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan di di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kota Bandung, Selasa, 3 Oktober 2017. Buni Yani menyatakan akan melakukan pledoi setelah jaksa penuntut umum menyampaikan tuntutan 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

BANDUNG, (PR).- Buni Yani, dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Bahkan jaksa dalam amar tuntutannya meminta agar Buni Yani segera dijebloskan ke penjara.

Selain itu, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga dikenakan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Demikian diungkapkan jaksa penuntut umum Andi M Taufik dalam sidang yang dipimpin hakim Saptono di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa, 3 Oktober 2017.

Menurut JPU, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 Undang - Undang RI nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Eleltronik jo Undang - Undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE.

"Menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar memutus, terdakwa terbukti salah dan meyakinkan melakukan tindak pidana ITE berupa melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum menambah, mengurangi, menghilangkan terhadap informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," ujar jaksa.

Buni Yani datang ke persidangan mengenakan baju kemeja putih, celan hitam. Ia tampak tenang mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa. Ia sesekali terlihat menulis catatan di sebuah buku.

Tuntutan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan. Hal yang memberatkan, kata jaksa, terdakwa memberikan keterangan tidak terus terang dan berbelit, perbuatan terdakwa dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama, tidak bersikap sopan, tidak menyesali perbuatannya, sebagai dosen tidak memberi contoh kepada masyarakat.

"Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya," ucap Andi.

Sementara itu, atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasehat hukum akan menyampaikan pleidoi dalam dua minggu kedepan. Sidang yang dipimpin Hakim M Saptono itu ditunda hingga tanggal 17 Oktober nanti dengan agenda pembacaan Pledoi (pembelaan).***

Bagikan: