Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30.6 ° C

Jalan Dibuka, Ayo Selfie di Puncak Eurad Bandung Barat

Hendro Susilo Husodo
WISATAWAN berfoto di Puncak Eurad di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.*
WISATAWAN berfoto di Puncak Eurad di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.*

PEMBUKAAN Jalan Patrol-Puncak Eurad di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada akhir 2016 tak hanya memudahkan akses masyarakat di perbatasan dua kabupaten, Bandung Barat dan Subang.

Jalan itu pun kian ramai dilalui wisatawan, seiring kemunculan tempat wisata Puncak Eurad.

Mulai dikembangkan sebagai tempat wisata tahun ini oleh lembaga masyarakat desa hutan setempat, Puncak Eurad sejatinya ialah kawasan hutan milik Perhutani.

Lokasinya yang persis di batas kabupaten sebetulnya cukup sulit dijangkau masyarakat umum. Apalagi, akses Jalan Patrol-Puncak Eurad juga belum bisa dilalui oleh dua mobil yang berpapasan.

Namun demikian, kondisi yang terbatas itu rupanya tak menyurutkan masyarakat untuk mengunjungi Puncak objek wisata itu. Minat wisatawan untuk berkunjung semakin besar karena dipicu foto-foto yang tersebar di media sosial.

Dengan pemandangan dari ketinggian yang mengarah ke perbukitan di Cisalak, Subang, tak terelakkan lagi bahwa Puncak Eurad memang menyajikan keindahan panorama.

Kecenderungan wisatawan untuk berfoto dan memamerkannya di media sosial itu dimanfaatkan betul oleh pengelola, dengan menyediakan beberapa tempat berfoto. Tempat itu dilengkapi oleh fasilitas yang didesain sedemikian rupa dari kayu dan bamboo. Hal itu menambah kesan natural di objek wisata itu, yang telah dipenuhi oleh pepohonan pinus.

Ketua LMDH Citraraharja sekaligus Kepala Desa Wangunharja Dede Hermawan mengatakan, masyarakat desa hutan menata kawasan di Puncak Eurad secara mandiri, dengan izin Perhutani. Masyarakat pula yang membangun warung pohon tanpa merusak lingkungan.

"Kami membuat warung dengan kayu yang sudah terbuang. Jadi, tidak menebang pohon. Kami berusaha menjaga kelestarian alam," kata Dede.

Pengembangan tempat wisata di Bandung Barat termasuk Puncak Eurad, kata dia, juga memberi keuntungan lebih bagi masyarakat, yang berjualan dan mengelola parkir. Pasalnya, kian lama Puncak Eurad kian ramai.

"Kalau hari libur, pasti banyak orang yang ke sini. Apalagi kalau tahun baru, sampai tengah malam bisa banyak pengunjung. Mereka melihat kembang api dari sini karena suasana yang indah bisa terlihat," tuturnya.

Perkembangan pesat



Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra tak menyangka objek wisata baru itu bisa berkembang seperti sekarang. Dua tahun lalu, dia sudah berkunjung ke Puncak Eurad dan mendorong pembangunan Jalan Patrol-Puncak Eurad untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

"Saat saya ke sini dulu, mobil saja tidak masuk. Jalan itu seperti di jalan setapak tapi ternyata sekarang sudah berubah," kata Yayat, yang memberikan bantuan kepada pengelola untuk membangun musala.

Dia meyakini, objek wisata tersebut bisa semakin banyak menarik wisatawan apabila akses jalan semakin diperbaiki.

Yayat mengatakan, pembangunan daerah wisata sudah semestinya melibatkan masyarakat setempat. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan tempat wisata, yang pada akhirnya bisa mengangkat perekonomian warga.

"Silahkan datang lagi ke sini dan beri tahu yang lainnya. Namun, jangan merusak lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan di sini," katanya.***

Bagikan: