Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Situ Cileunca Mengering, 22.000 Pelanggan PDAM Tirta Raharja Kekurangan Air

Sarnapi

SOREANG, (PR).- Sudah hampir seminggu ini sebanyak 22.000 pelanggan PDAM Tirta Raharja di lima kecamatan mengalami krisis air. Penyebabnya karena PDAM kekurangan pasokan air baku dari Situ Cileunca yang mengering. Kondisi ini akan terus berlanjut apabila tidak ada hujan besar di daerah hulu sekitar Pangalengan dan sekitarnya. PDAM terpaksa mengerahkan truk-truk tangki air ke pelanggannya untuk mengurangi dampak kekeringan ini.

"Kondisi air baku dari Situ Cileunca Pangalengan sudah kritis akibat lebih dari sebulan ini belum turun hujan besar," kata Kepala Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja, Dadang Supriadi. Ia ditemui PR di ruang kerjanya, Sabtu 12 Agustus 2017.

Lebih jauh Dadang mengatakan, pasokan air baku dari Situ Cileunca yang terbatas terlebih dulu dipakai tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan air Sungai Cisangkuy. "Kami memanfaatkan air limpasan dari PLTA terakhir yakni PLTA Cikalong. Sejak Rabu 9 Agustus 2017 dini hari lalu, pihak PLTA Cikalong menyimpan air dari Sungai Cisangkuy selama 7 jam di kolam retensinya," katanya.

Air dari Sungai Cisangkuy itu dikumpulkan dulu di kolam karena debit air sungai yang kecil. "Setelah terkumpul selama tujuh jam baru disalurkan untuk menjalankan turbin. Air limpasan turbin ini masuk ke sungai lagi lalu diarahkan ke kolam penyimpanan milik PDAM," katanya.

Karena PDAM juga harus mengumpulkan air untuk memenuhi kolamnya sehingga proses pengolahan air baku juga terlambat. "Apalagi pihak PLTA Cikalong juga sering mendadak memasukkan air ke kolam retensinya kembali sehingga pasokan air ke kolam PDAM juga berkurang drastis," ujarnya.

Simpan air untuk cadangan



Apabila kondisi normal, kata Dadang, PDAM Tirta Raharja mendapatkan pasokan air dari limpasan PLTA Cikalong sebesar 180 liter/detik. "Namun, sudah lima hari ini hanya memperoleh 35 liter/detik sehingga pelayanan kepada 22.000 pelanggan di lima kecamatan juga terganggu. Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Soreang, Cangkuang, Banjaran, Katapang, dan Pameungpeuk," ujarnya.

Dadang mengakui, air yang mengalir ke pelanggan tak tentu malah tiba-tiba dihentikan akibat kurangnya air baku. "Untuk itu, kami mohon maaf. Juga diimbau, apabila air sedang mengalir meski sejam atau dua jam harap segera disimpan untuk cadangan air," ujarnya.

Selain itu, PDAM Tirta Raharja juga sudah mengalihkan pasokan air untuk 5.000 pelanggan di Kecamatan Pameungpeuk dan Banjaran. Jika sebelumnya berasal dari sumber pengolahan Cikalong, dialihkan ke jaringan pipa yang sumber airnya dari Pacet. "Jaringan pipa dari air baku Cikalong dan sumber air baku Pacet sudah tersambung di Pameungpeuk, sehingga bisa saling menyuplai bila ada masalah. Tapi, suplai ke Banjaran dan Pameungpeuk juga belum mendekati kondisi normal. Kami harus membaginya dengan pelanggan Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot," ujarnya.

Kondisi krisis air baku, kata Dadang, belum bisa ditentukan selesainya sehingga PDAM mengerahkan mobil tangki untuk melayani pelanggan. "Silakan kalau ada masalah hubungi kantor PDAM terdekat seperti di Sangkali Soreang untuk dikirim truk tangki air," katanya.***

Bagikan: