Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

PAD Minim, Pemkab Bandung Barat Gagal Kelola Pariwisata

Cecep Wijaya Sari
WARGA memancing di salah satu sudut Situ Ciburuy yang dipenuhi sampah di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 April 2017.*
WARGA memancing di salah satu sudut Situ Ciburuy yang dipenuhi sampah di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 April 2017.*

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dinilai gagal dalam mengelola objek wisata milik pemerintah daerah. Hal ini terlihat dari minimnya pendapatan asli daerah atau PAD dari tiga objek wisata yang dikelola Pemkab, yakni Situ Ciburuy, Gua Pawon, dan Curug Malela.

Hal itu dikemukakan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Senin 31 Juli 2017. Menurut dia, ketiga objek wisata milik Pemkab seharusnya dapat dikelola dengan baik mengingat potensi yang dimilikinya.

“KBB itu dikenal dengan pariwisatanya, tetapi masak PAD-nya minim. Padahal jika dikelola dengan baik, PAD bisa meningkat lagi,” ujarnya.

Diketahui,  PAD dari objek wisata Situ Ciburuy hanya Rp 28 juta per tahun, sedangkan Curug Malela dan Gua Pawon masing-masing hanya Rp 5 juta per tahun. Satu-satunya objek wisata yang menyumbang PAD terbesar hingga Rp 200 juta per tahun, yaitu Maribaya Hot Spring and Resort setelah dikerjasamakan dengan pihak ketiga, PT Akurasi Kuat Mega.

Jika tidak mampu, menurut Aa,  seharusnya Pemkab lebih kreatif dan gencar mencari investor untuk diajak kerja sama mengelola objek wisata. Apalagi, ketiga objek wisata milik Pemda itu sudah dikenal masyarakat.

"Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Jangan kalah sama pemilik objek wisata swasta seperti di Lembang. kalau mereka, Rp28 juta itu setiap hari bukan per tahun," ucapnya.

Dia menambahkan, DPRD Kabupaten Bandung Barat juga akan mendorong dari sisi anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana objek wisata yang dikelola Pemkab. Hanya, Pemkab harus mampu menargetkan PAD yang jelas setiap tahun. 

"Jangan sampai kita kasih anggaran Rp 1 miliar untuk membenahi objek wisata, tapi PAD malah dapat Rp 100 juta/tahun, berarti sangat jauh dari target,” ujarnya.

Belum optimal



Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Sri Dustirawati mengakui, pariwisata di KBB terutama yang dikelola Pemda belum optimal. Ketiga objek wisata yang dikelola Pemda, yakni Curug Malela, Situ Ciburuy, dan Gua Pawon masih minim pengunjung. PAD dari ketiga objek wisata itu juga hanya sekitar Rp 200 juta per tahun.

"Untuk meningkatkan kunjungan ini memang perlu penataan yang lebih baik lagi. Saat ini, kami sedang mencari investor untuk mengembangkan ketiga objek wisata ini," ujarnya belum lama ini. 

Sri juga meminta agar masyarakat mendukung pengembangan ketiga objek wisata tersebut. Sebab jika objek wisata sudah berkembang, perekonomian masyarakat juga akan lebih baik lagi.

Sejauh ini, lanjut dia, baru Situ Ciburuy yang dilirik oleh investor. Namun, investor tersebut tidak menindaklanjutinya. "Ada beberapa kendala, di antaranya belum mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat," katanya.***

Bagikan: