Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Boseh Bikesharing, Berkeliling Bandung dengan Layanan Sepeda Gratis

Muhammad Fikry Mauludy
WARGA mencoba "Bike on The Street for Everybody Happy" (Boseh), saat sosialisasi "bike sharing", di Alun-Alun Bandung, Jalan Asia-Afrika, Rabu 5 Juni 2017. Selama sosialisasi kurang lebih satu pekan ke depan, warga bisa meminjam moda transportasi publik tersebut secara cuma-cuma yang bisa di pinjam di delapan stasiun yang telah beroperasi dari 30 stasiun yang rencananya akan dioperasikan di pusat kota.*
WARGA mencoba "Bike on The Street for Everybody Happy" (Boseh), saat sosialisasi "bike sharing", di Alun-Alun Bandung, Jalan Asia-Afrika, Rabu 5 Juni 2017. Selama sosialisasi kurang lebih satu pekan ke depan, warga bisa meminjam moda transportasi publik tersebut secara cuma-cuma yang bisa di pinjam di delapan stasiun yang telah beroperasi dari 30 stasiun yang rencananya akan dioperasikan di pusat kota.*

DENGAN pakaian olah raga plus helm khusus pesepeda, Jumat 28 Juli 2017 pagi, Astri Utami Dewi (37) menenteng sepeda Boseh dari stasiun bike sharing di Taman Lansia. Ini kali kedua ibu dua anak itu meminjam sepeda program Pemerintah Kota Bandung yang sedang diuji coba sejak awal Juli. Selain gratis, ia menganggap bike sharing itu praktis. “Saya juga punya sepeda di rumah. Tetapi bike sharing ini sangat membantu, karena saya pakai motor ke kantor, terus tinggal jalan ke tempat penyimpanan sepeda, tinggal pakai ke mana-mana. Sepedanya juga enak, ringan,” tutur warga Batununggal, Kota Bandung itu.

Selama uji coba, layanan gratis pinjam sepeda Boseh ini memang laris. Dari data yang dihimpun “PR” saat ini telah ada 1500 lebih pemilik kartu pinjam sepeda. Untuk memiliki kartu pintar berisi cip elektronik itu pengguna cukup mengisi data sesuai KTP elektronik di titik layanan yang baru tersedia di Alun-Alun Bandung, Taman Lansia, dan Taman Cibeunying. Bagi warga yang sudah merekam data untuk e-KTP, namun belum tercetak pada blangko diminta memperlihatkan surat keterangan dari kecamatan. Sementara untuk warga asing berlaku identitas paspor.

Selain mengisi nama, alamat, dan nomor telepon, dalam proses registrasi itu calon pengguna diminta memasukkan empat angka pilihan sebagai nomor identitas personal (PIN) yang berlaku hanya bagi pemilik kartu. Terakhir, pengguna akan difoto untuk disimpan operator sebagai data. Setelah registrasi, operator akan memandu cara pengambilan dan pengembalian sepeda berkelir biru muda itu.

Di setiap stasiun Boseh, terdapat kotak mesin berisi layar informasi, papan tuts numerik, dan sensor pembaca kartu. Saat kartu ditempel (tap) pada area pembaca kartu, akan ada pilihan mengambil sepeda, lalu perintah memasukkan nomor PIN yang telah didaftarkan. Jika telah sesuai, akan ada arahan mengambil sepeda sesuai nomor dock yang muncul di layar informasi.

Pengguna tinggal mencari dock sepeda sesuai nomor, lalu menekan tombol yang ada di bagian depan dock bertuliskan “Tekan Saat Menyala” merujuk pada indikator berwarna kuning. Setelah pin pengunci yang berada di komstir sepeda lepas, sepeda tinggal ditarik mundur agar keluar dari dock. Sepeda pun siap digunakan.

Dalam proses pengembalian sepeda di dock mana pun, sepeda cukup dimasukkan ke dock, hingga pin mengunci otomatis. Pada saat skema pembayaran berlaku, kuncian sepeda ini penting untuk segera menghentikan argo sewa. Jika sepeda sudah terkunci, pengguna tinggal menempel kartu dan memasukkan PIN pada mesin, lalu pilih opsi pengembalian sepeda.

Aplikasi Boseh



Untuk lebih memudahkan saat akan meminjam atau mengembalikan sepeda, pengguna disarankan untuk mengunduh aplikasi Boseh Bikesharing Bandung melalui ponsel pintar. Dalam aplikasi yang menampilkan peta realtime itu, akan terpantau titik lokasi stasiun, jumlah dock berisi sepeda, dan jumlah dock kosong untuk mengembalikan sepeda. Saat ini, terdapat 350 sepeda dan 30 stasiun yang tersebar di Kota Bandung.

Setiap sepeda tertanam RFID atau perangkat penyimpan atau pengambil data jarak jauh. Sistem yang tersedia di Dinas Perhubungan Kota Bandung mampu membaca aktivitas pengguna yang bersumber dari hubungan PIN dengan sepeda yang digunakan. Jika sepeda tidak kembali, penggunanya bisa terlacak.  

“Oleh karena itu, diharapkan para pengguna ikut menjaga sepeda-sepeda ini. Lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan sepeda ini. Dengan demikian seluruh warga bisa turut merasakan kenyamanan bersepeda yang sama,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi.*** 

Bagikan: