Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Hubungan Asmara tak Direstui, Oki Loncat dari Jembatan Pasupati

Joko Pambudi

BANDUNG, (PR).- pemuda melakukan percobaan bunuh diri dengan meloncat dari jembatan Pasupati Kota Bandung, Kamis 27 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini diduga dilatarbelakangi persoalan asmara.

"Percobaan bunuh diri dengan cara loncat dari atas jembatan flyover Pasupati ini diduga karena persoalan asmara yang tidak disetujui oleh ibunya," ujar Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo.

Dia menuturkan, pemuda yang dimaksud teridentifikasi bernama Oki (25). Siang itu dia ditemukan tergeletak di aspal jalan bawah jembatan Pasupati oleh sejumlah saksi. Dia mengalami sejumlah luka di antaranya tangan kanan lecet, kaki kanan patah, muka luka berat dan di bagian leher patah akibat benturan dengan aspal.

"Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan korban masih dalam keadaan hidup," kata Hendro.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Bukti-bukti dikumpulkan melalui olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Bukan pertama kali



Catatan Pikiran Rakyat, mengakhiri hidup dengan cara loncat dari Jembatan Pasupati ini bukan yang pertama kali sejak 2011. Berikut ini tiga kasus bunuh diri dengan loncat dari Pasupati. Ada yang meninggal, ada yang hanya luka-luka.

Pada 2011, seorang pemuda tanpa identitas nekad mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari atas jembatan Pasupati. Jenazah ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah jembatan tepatnya di Gang Bongkaran, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, 26 Maret 2011.

Ryo Tanuwijaya (21) tewas seketika setelah loncat dari ketinggian lebih dari 40 meter. Warga mengerumuni lokasi kejadian saat itu.

13 Maret 2012, Okky Rusliana (32), tewas setelah bunuh diri dengan cara melompat dari jalan layang Pasupati, tepatnya di turunan Jalan DR Djunjunan (Pasteur). Turun dari sepeda motor yang ia kendarai, Okky lompat dari flyover yang kemudian tertabrak mobil. "Dia lompat dari jembatan yang tingginya sekitar 10 meter. Dia meninggalkan sepeda motor Honda CBR warna merah-hitam dengan nomor polisi D 3399 AS yang terparkir beserta helm fullface nya dalam kondisi utuh," ucap seorang saksi mata.

Maret 2014, Desi Ariani melompat dari flyover Pasupati setelah menculik seorang bayi di RS Hasan Sadikin Bandung. Ia loncat dari ketinggian 15 meter, dan masih selamat saat mendarat di aspal. Namun, lehernya diduga mengalami keretakan, dan lecet-lecet di beberapa bagian wajah.***

Bagikan: