Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 22.7 ° C

Unik, Lukisan Dua Setengah Dimensi Ini Harus Dilihat dari Samping

Cecep Wijaya Sari
Seniman Patriot Mukmin menjelaskan karyanya yang merupakan adaptasi dari karya Rene Magrite di Lawangwangi Creative Space, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 20 Juli 2017. Lukisan dalam media 2,5 dimensi ini akan dipamerkan pada Bazar Art Jakarta pada 27-30 Juli 2017.*
Seniman Patriot Mukmin menjelaskan karyanya yang merupakan adaptasi dari karya Rene Magrite di Lawangwangi Creative Space, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 20 Juli 2017. Lukisan dalam media 2,5 dimensi ini akan dipamerkan pada Bazar Art Jakarta pada 27-30 Juli 2017.*

Ada yang unik dari lukisan karya seniman Patriot Mukmin di Lawangwangi Creative Space, Jalan Dagogiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 20 Juli 2017. Lulusan Seni Rupa ITB ini menampilkan lukisannya yang hanya bisa dilihat dari samping. Jika dilihat dari depan, lukisan itu terlihat samar-samar bahkan kosong.

Lukisan ini seolah memberi pesan agar manusia jangan terlalu cepat menilai sesuatu, tetapi cobalah melihat dulu dari sudut pandang yang berbeda. Sebab, hal itu bisa membuat sesuatu yang sebelumnya samar menjadi terang benderang.

Lukisan bermedia kayu membentuk pagar itu berupa potongan-potongan gambar di sisi setiap batang kayu. Orang perlu bergeser ke sebelah kiri, kanan, atas atau bawah untuk bisa melihat lukisan itu secara utuh.

"Untuk bisa melihat lukisan ini, kita perlu sudut yang tepat. Sudut pandang setiap orang berbeda-beda, bergantung pada postur tubuh orang dan posisi lukisannya," ujar Patriot.

Dia mengungkapkan, lukisan dengan media tersebut terinspirasi dari lingkungan rumahnya sendiri. Suatu waktu, ia berjalan dan secara tak sengaja melewati pagar. Dari celah pagar, ia melihat sesuatu yang sebelumnya samar menjadi jelas seiring ia berjalan.

Lukisan dua setengah dimensi



Konsep itu ia coba terapkan dalam lukisan. Menurut dia, hal itu bisa menjadi pemicu bagi perkembangan seni rupa. Jika biasanya seni rupa disajikan dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi, Patriot menyebut karyanya dituangkan dalam bentuk dua setengah dimensi. "Di sini saya mengombinasikan media dua dimensi dan tiga dimensi untuk menimbulkan efek ilusif," katanya.

Karya Patriot tersebut akan dipamerkan dalam Bazzar Art Jakarta (BAJ) pada 27-30 Juli 2017 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place bersama dengan 5 pelukis lainnya dari Lawangwangi Creative Space. Mengusung tema Treachery of Paintings, para seniman ini akan mengupas tentang isu simbolisme dan makna realitas sosial dalam karya seni lukisan.

Meski demikian, Patriot mencoba melepaskan karya-karyanya dari segala tema konvensional, seperti sosial, lingkungan, kemanusiaan, hingga politik. Namun, ia mencoba menyajikan karya seni seutuhnya tanpa label apa pun.

"Saya ingin orang menikmati lukisan ini sebagai karya seni. Tidak menikmati apa yang ada di balik lukisan ini," ucap Patriot yang sudah ikut pameran di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri ini.

Sementara itu, pemilik Lawangwangi Creative Space Andonowati megatakan, melalui pameran bertaraf internasional nanti, ia ingin menunjukkan para seniman untuk membuktikan eksistensi mereka secara personal. Khusus untuk karya Patriot, ia mengaguminya karena konsepnya yang unik. "Lukisan ini unik dan menarik. Pelukisnya juga berbakat dan layak untuk berkiprah di dunia internasional," ujarnya. ***

Bagikan: