Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Buni Yani Berencana Lapor Balik Saksi Andi Windu Wahidin

Yedi Supriadi
TERDAKWA  perkara dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung,  Selasa 18 Juli 2017. Agenda dalam sidang tersebut mendengarkan keterangan tiga orang saksi.*
TERDAKWA perkara dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani saat menjalani sidang lanjutan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa 18 Juli 2017. Agenda dalam sidang tersebut mendengarkan keterangan tiga orang saksi.*

BANDUNG, (PR).- Buni Yani, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran UU ITE, berencana akan melaporkan balik saksi Andi Windu Wahidin dengan tuduhan memberikan keterangan palsu.

Demikian disampaikan Buni Yani saat memberikan tanggapan atas keterangan saksi di sidang lanjutan kasusnya, di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa 18 Juli 2017.

"Saya difitnah. Saya berencana akan melaporkan balik saksi," kata Buni Yani di hadapan Majelis Hakim yang diketuai M. Saptono.

Andi sendiri dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadi saksi memberatkan. Dia merupakan pelapor terdakwa Buni Yani dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE.

Andi memberikan kesaksian bahwa ia telah melaporkan Buni Yani dengan alasan bahwa terdakwa telah mengupload video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu dengan caption "Penistaan Agama?" yang sudah terpotong. Disebutkan pula bahwa dengan video tersebut menimbulkan kegaduhan.

"Saya melaporkan tentang caption saja. Namun isi video tidak dilaporkan, karena caption-nya tidak sesuai dengan isi yang ada di video tersebut," ucapnya.

Buni Yani membantah



Sementara itu, Buni Yani sendiri membantah bahwa ia telah memotong dan mengedit video tersebut. Ia hanya mengunggah (upload) ulang dari akun Facebook lain. Dijelaskan Buni Yani, bahwa seharusnya saksi menggunakan metode statistik untuk bisa menyimpulkan bahwa itu terjadi kegaduhan. 

Sementara itu, Penasehat Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan, banyak keterangan yang sudah di-BAP terhadap saksi, banyak yang tidak sesuai dengan keterangan di persidangan. "Banyak pernyataan yang tidak jelas. Misalnya soal kegaduhan itu juga tidak jelas," ujarnya.

Menurut Aldwin, dengan keterangan saksi Andi,  sudah jelas bahwa ada motif politis dari pelaporan Buni Yani oleh Andi. "Sudah terbantahkan bahwa sudah jelas motifnya politis. Ia tim pendukung Ahok dan aktivis partai politik," ujarnya.***

Bagikan: