Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

Enam Mi Kocok di Bandung yang Manjakan Lidah

Eva Nuroniatul Fahas

JIKA sedang berada di Kota Bandung dan berencana berwisata kuliner, Anda bisa memanjakan lidah dengan mi kocok khas Kota Kembang yang banyak tersebar di seantero kota.

Seperti sudah jadi tradisi kecil, saat menghabiskan liburan di Kota Bandung, sebagian keluarga melaluinya dengan jalan-jalan keliling kota. Biasanya, acara jalan-jalan semakin seru dengan tambahan acara makan-makan.

Berburu penganan berbahan mi  jadi tujuan untuk melepas rindu saat berwisata ke Kota Bandung. Salah satunya, mi kocok.

Mi kocok sepertinya jadi kuliner khas Tanah Pasundan. Penganan ini memadukan variasi dari mi, yaitu mi kuning dan tauge segar serta kuah kaldu. Pelengkapnya adalah kikil sapi, sumsum, atau bakso.

Bagi pencinta makanan pedas, rasa mi kocok akan semakin mantap jika telah dikucuri jeruk limau (atau jeruk nipis), taburan merica, dan sambal rawit segar. Bisa pula ditambahkan kerupuk bagi yang ingin lebih ramai lagi suasananya.

Bila dimakan siang hari, saat panas terik, bersama segelas es jeruk segar, mi kocok Bandung memang paling sedap. Berikut ini enam tempat yang menyajikan mi kocok di Kota Bandung yang bisa Anda coba bersama keluarga.

1. Mie Kocok H Endan, lengkap dengan kerupuk pink



Mie Kocok H Endan dikenal juga dengan nama mi kocok Kartika Sari karena sejak bertahun-tahun lalu, selalu hadir di depan toko oleh-oleh Kartika Sari.

Mi basah kuning, tauge segar, serta potongan kikil hadir dengan taburan seledri dan bawang goreng. Kuah kaldu yang digunakan juga diberi racikan bumbu dengan rasa berbeda, tajam tapi lumer di lidah.

Yang juga jadi ciri khas adalah satu kantung keresek berwarna biru yang berisi 10 buah kerupuk aci berwarna merah muda. Kerupuk dan kuah kaldu mi kocoknya bersatu dan terasa nikmat. Jangan lupa, setelah menyantap mi kocok yang segar pedas, bisa memesan es jeruk yang tak kalah segarnya.

Anda bisa mengunjungi gerobak Mie Kocok H Endan jelang makan siang. Tiada hari tanpa libur, terutama saat akhir pekan, pengunjung biasanya padat.

Teras depan toko oleh-oleh ini dikenal sebagai pusat jajanan. Selain mi kocok dan es jeruk, banyak gerobak jajanan lain. Misalnya, baso tahu, es cendol, pisang keju, serta penjual makanan ringan.

Bagi Anda yang datang dari luar Bandung, juga bisa sekalian berbelanja oleh-oleh makanan. Perut kenyang, hati senang, saat pulang ke kota masing-masing.

2. Mie Kocok dan Bakso Echo, rasa mantap dengkul sapi



Varian mi kocok Bandung lain yang bisa dicoba adalah Mie Kocok Echo di Jalan Jendral Sudirman-Andir, yang terletak tepat di depan Bank BNI Sudirman. Menurut pemiliknya, Amsar, dinamakan Echo karena mi kocok ini dikenal dengan rasa enaknya (echo=enak).

Sudah bertahun-tahun Mie Kocok Eccho hadir dan jadi tujuan favorit bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan. Karena perkiraan akan melimpahnya pengunjung, pemiliknya biasa tidak mudik saat Hari Raya tiba demi melayani pelanggan.

Yang lebih memuaskan, kaki sapi yang hadir dalam semangkuk mi kocok Echo berukuran jumbo alias besar. Meski ada potongan-potongan daging yang kecil, namun potongan besar kaki sapi tetap mendominasi mangkuk yang berisi mi kuning, tauge, serta kuah kaldu, dan bumbu penyedap lain.

Amsar mengatakan, mi kocoknya cukup istimewa karena ia khusus menyertakan bagian dengkul kaki sapi. Bagian dengkul paling mantap untuk dijadikan kuah kaldu mi kocok lalu disantap bersama.

Seperti pedagang mi kocok pada umumnya, di sebelah gerobak Amsar juga hadir penjual es jeruk yang bisa melengkapi kenikmatan bersantap. Jangan lupakan bakso dan kerupuk. Kehadiran keduanya menambah kelezatan mi kocok yang segar, dan tambah mantap dengan beberapa sendok sambal yang pedas menggigit. Tambahkan sedikit kecap dan cuka bila suka.***

3. Mie Kocok Mang Nanang Tea, buka sampai malam selagi ada



Spot untuk wisata kuliner lain di Bandung ada di Jalan Ternate. Di sepanjang ruas jalan ini hadir aneka kedai dan gerobak yang menjual makanan dan jajanan.

Pedagang mi kocok pun ada, yaitu Mie Kocok Mang Nanang yang kerap ramai dikunjungi. Terletak di ujung jalan Ternate, berhadapand engan PO Bus antarkota, mi kocok ini punya keunggulan tersendiri.

Di dalam gerobaknya, di atas panci besar berisi cairan kaldu dan rempah, terpajang kaki-kaki sapi gemuk dengan daging dan kikilnya. Bila kikil sapi di dalam panci habis, penjualnya tinggal mengiris kikil sapi lalu mencemplungkannya ke dalam kuali.

Usaha mi kocok ini dirintis oleh Mang Nanang sejak awal 1990-an. Pria asli Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat ini pindah ke Kota Bandung untuk menjalankan usaha berdagang mi kocok kaki sapi.

Kuah yang kental dan beraroma rempah mengguyur seporsi mi kuning dan tauge segar. Bubuhkan jeruk nipis, sedikit kecap, dan beberapa sendok teh sambal, acara makan Anda dijamin penuh peluh dan nikmat.

Usaha ini diteruskan oleh anak-anaknya Mang Nanang. Agung salah satunya. Anak muda ini membantu ayahnya menjalankan bisnis. Dari penuturannya, setiap hari mereka bisa menghabiskan 40 kaki sapi. Bahkan jika akhir pekan bisa mencapai 60 kaki sapi.

”Saat libur Lebaran lebih banyak lagi. Seratus kaki bisa habis. Banyak yang datang, apalagi dari Jakarta,” kata Agung.

Menurut dia, kunci kelezatan mi kocok terletak pada kaki sapi yang empuk, kenyal, dan gurih. Untuk mendapatkan tingkat kaki sapi yang diinginkan memang harus lama saat merebus kaki sapi.

Kikil sapi muda dikatakan Agung lebih cepat empuk, yaitu dalam 3-4 jam saja. Sedangkan kikil sapi yang lebih tua butuh waktu merebus lebih lama lagi.

Tak usah khawatir kehabisan, tempat ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00. Jika tak sempat makan siang dengan mi kocok, makan sore atau malam pun bisa di sini.

4. Mie Kocok Persib, jangan kesiangan nanti kehabisan



Lapangan SIDOLIG punya arti besar bagi Persib Bandung. Di sanalah pemain klub sepak bola kebanggaan Kota Bandung itu biasa berlatih. Tentu saja, pecinta Persib dan sepak bola tak akan melewatkan kesempatan untuk sering-sering ke sana.

Untuk kalangan perempuan paruh baya dan juga remaja wanita, mengunjungi lapangan SIDOLIG bisa jadi ada maksud lain. Misalnya, untuk menyantap Mie Kocok Persib yang terkenal.

Meski sudah dirintis sejak 1963, namun penjual mi kocok ini baru mangkal di lapangan SIDOLIG sejak 1998. Selain kikil dan kaki sapi, satu mangkuk mi kocok juga ditaburi beberapa iris sumsum yang lezat dan gurih.

Kuah kaldu kental menambah sedapnya aroma mi kocok yang segar dengan perasan jeruk nipis. Tapi jangan salah, kuah kaldu tersebut berasal dari rebusan sumsum, bukan kaki sapi. Soalnya, rebusan kaki sapi bisa menghasilkan kaldu yang lebih lengket.

Terletak nyaris di ujung gerbang lapangan, Mie Kocok Persib dapat dijangkau oleh banyak kendaraan umum termasuk bus kota. Berdampingan dengan penjual merchandise Persib dan perlengkapan olah raga, kehadiran mi kocok ini menambah daya tarik kunjungan orang ke lapangan bersejarah ini. Tapi, jangan datang terlalu siang, Anda bisa saja kehabisan.

5. Mie Kocok Saad, kuah mantap aneka rempah



Dinamai demikian karena kedai mi kocok ini terletak di Jalan Saad. Ruas jalan yang merupakan percabangan Jalan Naripan dan berujung di Jalan Veteran, Kota Bandung.

Mi kocok ini sudah ada sejak 1973. Saat ini dikelola oleh Agah bersaudara. Perintis usaha ini adalah orangtua Agah yang awalnya berkeliling menjajakan mi kocok kaki sapi di sekitar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Sebelum dikenal dengan nama Mie Kocok Saad, mi kocok ini lebih dikenal dengan Mie Kocok BNI Asia Afrika karena setelah berkeliling, mereka memangkalkan dagangannya di depan BNI Jalan Asia Afrika.

”Maklum saja, pada waktu itu banyak nasabah bank BNI yang mengantri ATM. Sembari menunggu, ada yang menyempatkan makan mi kocok dulu,” ujar Agah.

Dalam satu mangkuk, terdapat mi yang direbus dan dikocok, lalu ditambahi urat atau kikil sapi, tauge, daun bawang, bawang goreng, dan jeruk nipis beserta kuah kaldu sapi. Potongan kikil dari kaki sapinya benar-benar empuk, kenyal, dan tebal. Kuah kaldunya juga mantap.

Kuah ini dibuat dengan bumbu kemiri, bawang putih, merica, dan garam lalu dicampur rebusan kaki sapi asli. Gurihnya bukan berasal dari penguat rasa. Dari uapnya saja sudah tercium aroma rasa gurih ekstrak kaldu tersebut.

Dalam satu hari, Agah dapat menjual 50-100 porsi. Saat Lebaran lebih laku lagi. Bisa habis beberapa karung daging kaki sapi dalam sehari. Karena punya tempat sendiri dan cukup luas, kedai mi kocok ini kerap dijadikan tempat pertemuan seperti reuni, buka bersama, atau halal bi halal. Di Bandung, masa-masa liburan memang dikenal juga sebagai masa panen pedagang mi kocok.

6. Mie Kocok Subur 69, kuliner legendaris dari Jalan Suryani



Tahun 1969 Yusup Jaelani membuka gerobak mi kocok di Jalan Jendral Sudirman Bandung. Peminatnya banyak, datang dari berbagai area di Kota Bandung.

Mi kocok ini disukai karena kuah kaldunya yang kental dan lezat, hasil campuran beragam rempah dan keaslian rebusan kaki sapi. Seiring berjalan waktu, gerobak mi kocok yang dinamai Subur 69 itu berpindah tempat, lalu menetap di Jalan Surani Dalam Nomor 8, Kota Bandung.

Ada beberapa menu, salah satunya mie kocok spesial yang memadukan mi kocok dengan bakso. Bakso yang disajikan cukup khas, yakni bakso telur puyuh dan bakso gepeng.

Kaki sapi yang kaya akan kikil disajikan dengan bonggol tulangnya dalam mangkuk saji. Jangan ragu untuk menguliti kaki sapinya hingga dagingnya habis. Ada pojok wastafel untuk mencuci tangan kok. Namun, jangan datang hari Jumat ya, karena mi kocok ini tutup.

Saat ini, Pak Yusup memilih kembali ke kampung halamannya di Tegal untuk mengelola Pesantren Darul Salam. Usaha ini diteruskan keluarga dan kerabatnya.***

Bagikan: