Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Puncak Arus Balik, Jalur Nagreg Dibuka Hanya untuk Satu Arah

BANDUNG, (PR).-  Kepolisian akan memberlakukan sistem buka tutup di jalur Nagreg pada puncak arus balik, Sabtu dan Minggu, 1-2 Juli 2017. Jalur Nagreg hanya dibuka satu jalur untuk kendaraan dari arah Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

"Kita berlakukan manajemen lalu lintas satu jalur ketika terjadi kepadatan. Maka terjadi satu jalur dari Garut, Tasikmalaya yang menuju ke arah Nagreg, ini akan membawa konsekuensi buka tutup," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat, 30 Juni 2017.

Tito mengatakan, diberlakukannya sistem buka tutup ini akan mempengaruhi arus lalu lintas dari Bandung menuju Tasikmalaya. "Oleh karena itu, ini akan diatur secara manual oleh anggota kami yang jaga. Saya tadi instruksikan kepada kapolda dan jajarannya, wakapolda, para kapolres, kakorlantas untuk standby di sini pasukannya untuk membantu pengaturan arus lintas di sini (Nagreg)," kata Tito.

Ia mengimbau, pemudik dari Garut dan Tasikmalaya agar melakukan melintasi Nagreg pada pagi hari. Sebab arus lalu lintas belum padat. Kepadatan biasanya terjadi pada siang hingga malam hari.

"Pagi hari itu relatif baik jadi kita imbau untuk melakukan perjalanan di pagi hari karena kepadatan akan terjadi pada siang hingga malam hari, terutama pada hari Sabtu dan Minggu," kata dia.

Sementara itu, bagi masyarakat dari Bandung menuju Tasikmalaya diharap bisa menahan diri. Sementara tidak menggunakan jalur Nagreg terlebih dahulu. Jika tidak, disarabkan menggunakan jalur alternatif yang tidak melewati Nagreg.

"Saya minta warga dari arah Bandung yang hendak ke Garut, Tasikmalaya melalui Nagreg supaya ngerem diri sejenak lah. Jangan dulu menggunakan jalan itu (Nagreg), gunakan jalur alternatif lain seperti Majalaya, Cijapati," kata dia.

Belum ada perbaikan signifikan



Kapolri menjelaskan, masalah arus balik tahun lalu terjadi di dua tempat yakni pertama di Kawasan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, dan Nagreg, Kabupaten Bandung. Sedangkan pertemuan antara Tol Cipularang dengan Tol Cipali menuju Tol Cikampek menjadi masalah kedua saat arus balik lebaran tahun lalu.

"Jadi pertemuan antara Tol Cipularang dengan Tol Cipali menuju Tol Cikampek itu nanti munculnya di Cikarang Utama, di situ akan terjadi penumpukan sampai ke Jakarta," kata dia.

Ia menjelaskan masalah arus balik di Kawasan Lingkar Gentong dan Nagreg disebabkan oleh sejumlah faktor. Seperti kondisi jalan yang berkelok-kelok dan naik turun, keberadaan pasar tumpah serta restoran.

Di Gentong dan Nagreg belum terlihat perbaikan infrastruktur yang memadai. Tidak seperti di Brebes yang bisa terurau setelahdibangun jalur fungsional dari Brebes Timur ke Gringsing dan fly over.***

Bagikan: