Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Jalur Nagreg Jadi Titik Kritis Arus Balik di Jalur Selatan

BANDUNG, (PR).- Jalur Nagreg menjadi titik kritis di Jalur Selatan Jawa Barat. Jalur ini memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan masalah saat pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"(Evaluasi) Jalur Selatan Jawa Barat lebih bagus dibandingkan tahun lalu tapi memang sama seperti yang disampaikan Pak Kapolri, titik kritis itu ada di Nagreg," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau arus balik di Pospam Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat, 30 Juni 2017 seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Ia mencontohkan, saat memeriksa arus mudik dari Jakarta ke Solo melalui jalur utara membutuhkan waktu 12 jam. Tapi melalui jalur selatan yang melintas Nagreg membutuhkan waktu hingga 17 jam.

"Jadi ada perbedaan waktu tempuh hingga 5 jam. Oleh karenanya saya setuju untuk Nagreg diberikan pengamatan totalitas. Kami imbau tiga hari ini sedapat mungkin satu arah dari arah Tasikmalaya dan Garut ke Bandung," kata dia.

Ia juga mmeinta masyarakat dari arah Bandung agar menghindari jalur Nagreg terlebih dahulu. Masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif.

"Dan Pak Gubernur kami minta beberapa hari atau tiga hari ke depan pedagang di pasar tumpah Jalur Selatan jangan dagang dulu. Karena kalau ada kecelakaan atau kejadian Brexit akan merugikan kita semua," kata dia.

Satu arah



Kepolisian akan memberlakukan sistem buka tutup di jalur Nagreg pada puncak arus balik, Sabtu dan Minggu, 1-2 Juli 2017. Jalur Nagreg hanya dibuka satu jalur untuk kendaraan dari arah Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

"Kita berlakukan manajemen lalu lintas satu jalur ketika terjadi kepadatan. Maka terjadi satu jalur dari Garut, Tasikmalaya yang menuju ke arah Nagreg, ini akan membawa konsekuensi buka tutup," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat, 30 Juni 2017.

Tito mengatakan, diberlakukannya sistem buka tutup ini akan mempengaruhi arus lalu lintas dari Bandung menuju Tasikmalaya. "Oleh karena itu, ini akan diatur secara manual oleh anggota kami yang jaga. Saya tadi instruksikan kepada kapolda dan jajarannya, wakapolda, para kapolres, kakorlantas untuk standby di sini pasukannya untuk membantu pengaturan arus lintas di sini (Nagreg)," kata Tito.

Ia mengimbau, pemudik dari Garut dan Tasikmalaya agar melakukan melintasi Nagreg pada pagi hari. Sebab arus lalu lintas belum padat. Kepadatan biasanya terjadi pada siang hingga malam hari.

"Pagi hari itu relatif baik jadi kita imbau untuk melakukan perjalanan di pagi hari karena kepadatan akan terjadi pada siang hingga malam hari, terutama pada hari Sabtu dan Minggu," kata dia.***

Bagikan: