Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Dengan Sipolin, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Lewat Smartphone

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan penjelasan tentang aplikasi Sipolin di kawasan Car Free Day Dago, Kota Bandung, Minggu 21 Mei 2017.*
GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan penjelasan tentang aplikasi Sipolin di kawasan Car Free Day Dago, Kota Bandung, Minggu 21 Mei 2017.*

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak henti-hentinya membuat terobosan dalam meningkatkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Setelah meluncurkan program e-Samsat yang telah diadopsi 17 provinsi, kini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar meluncurkan program bernama Sipolin atau Sitem Informasi Pajak Online.

Sipolin adalah aplikasi untuk membayar pajak kendaraan bermotor roda dua dan empat yang dapat dibayar melalui telefon seluler. Aplikasi Sipolin dalat diunduh di Google Playstore.

Aplikasi yang baru ada pertama kalinya di Indonesia itu resmi diluncurkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi, Kepala Bapenda Jabar Dadang Suharto, dan Dirut Bank BJB Ahmad Irfan di kawasan Car Free Day Dago, Kota Bandung, Minggu 21 Mei 2017.

Aher menyatakan, hadirnya Sipolin akan membuat wajib pajak lebih praktis dan mudah karena tidak perlu datang ke kantor Samsat ataupun ke ATM.

"Ini terobosan baru dari kami dan Polda Jabar meluncurkan Sipolin. Dari segi teknologi informasi, ini lebih tinggi lagi dari Samsat Gendong dan e-Samsat yang lewat ATM. Sipolin lebih praktis lagi dan mudah karena wajib pajak tidak harus datang ke kantor Samsat atau ke ATM tapi cukup di rumah sambil tiduran pun bisa," ujarnya.

Caranya mudah, unduh terlebih dahulu aplikasi Sipolin pada layanan Google Playstore di smartphone berbasis android. Setelah aplikasi terpasang, pilih menu pembayaran pajak, isi data dan nomor KTP, lalu masukkan nomor kendaraan. Pastikan nama pemilik kendaraan pada STNK harus sama dengan KTP. Artinya, nama pemilik kendaraan harus milik sendiri, bila masih atas nama orang lain harus di Bea Balik Nama (BBN) terlebih dahulu.

Apabila telah mengisi data pilih menu pembayaran, untuk sementara hanya bisa melalui Bank BJB. Ke depannya BRI, BCA, Bank Mandiri, BNI dan Bank Permata akan turut bekerjasama. Setelah menyelesaikan pembayaran, tinggal memperlihatkan bukti pembayaran yang ada di aplikasi Sipolin kepada Samsat terdekat. Sipolin pun akan menunjukkan peta di mana Samsat terdekat dengan posisi Anda. Artinya, pembayaran melalui aplikasi ini bisa dilakukan di seluruh dunia namun untuk pengesahan tetap harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan batas waktu 14 hari sejak pembayaran.

Aher berharap, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak kendaraan terlebih pemerintah sudah menyediakan layanan aplikasi yang sangat mudah.

"Harapannya tentu masyarakat tidak ada alasan lagi untuk tidak bayar pajak. Saya yakin masyarakat yang sadar akan pembangunan dan NKRI pasti akan bayar pajak. Yang jelas, ini membuat masyarakat menjadi sangat praktis dan perlu dicatat ini adalah baru pertama kalinya di Indonesia yaitu di Jabar," ujar Aher.

Kadirlantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan menuturkan, saat ini di Jawa Barat tercatat ada 14 Juta pemilik kendaraan bermotor. 

"Dari catatan kami, ada 14 Juta kendaraan bermotor dan baru 70 persen yang memenuhi kewajibannya, artinya ada 4 juta lebih yang berpotensi sebenarnya bisa kita raih untuk meningkatkan pembangunan di Jabar pada sektor pajak kendaraan," tuturnya.

Ia pun berharap program ini bisa berjalan lancar. "Masyarakat diberi kemudahan akses tempat dan waktu untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor kapanpun di manapun dalam situasi apapun. Kami laporkan bahwa e-Samsat sudah menjadi ikon yang luar biasa bagi Jawa Barat. Jadi, ini adalah interaksi antara masyarakat dan petugas sudah benar-benar dikurangi dan akan menghilangkan praktik pungli," ucap Tomex.***

 

Bagikan: