Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Situ Ciburuy Makin Dangkal dan Banyak Sampah

Cecep Wijaya Sari
WARGA memancing di salah satu sudut Situ Ciburuy yang dipenuhi sampah di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 April 2017.*
WARGA memancing di salah satu sudut Situ Ciburuy yang dipenuhi sampah di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 April 2017.*

NGAMPRAH, (PR).- Situ Ciburuy di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat mengalami pendangkalan sejak 4 tahun terakhir. Sejak dilakukan normalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada 2013, daya tampung air di bendungan tersebut kini tersisa 25 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWS Citarum, Dian Almakruf. Ia memaparkan fakta itu seusai sosialisasi Rencana Tanggap Darurat Situ Ciburuy di Kantor Bupati Bandung Barat, Ngamprah, Kamis 27 April 2017. Kegiatan itu dihadiri Bupati Bandung Barat, Abubakar, dan Kepala Dinas Pariwisata, Rakhmat Syafei. Hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anugrah, serta beberapa kepala desa dan camat di Padalarang.

Dian menuturkan, saat normalisasi dilakukan pada 2013 lalu, daya tampung air di Situ Ciburuy mencapai 2 juta meter kubik. Sekarang, tinggal tersisa 25 persennya akibat sedimentasi. Meski demikian, dia menegaskan, kondisi Situ Ciburuy saat ini masih terbilang aman. Rencana tanggap darurat perlu dirumuskan untuk mengantisipasi potensi kerusakan situ yang nantinya bakal berimbas kepada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Dian mengungkapkan, rencana tanggap darurat Situ Ciburuy meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir akibat keruntuhan bendungan. Dengan demikian, aparat dan masyarakat di sekitar situ harus mengenali berbagai masalah yang mengancam keamanan bendungan. Selain itu, warga juga harus mempercepat respons yang efektif, serta meminimalisasi dampak bencana akibat kerusakan bendungan.

"Pada intinya, semua bendungan harus memiliki rencana tanggap darurat ini. Sangat penting untuk mencegah kejadian seperti di Situ Gintung beberapa waktu lalu yang banyak menelan korban jiwa," katanya.

Dengan memiliki rencana tanggap darurat, lanjut dia, status kerusakan bendungan bisa ditetapkan menjadi tiga tingkatan, yakni waspada, siaga, dan awas. Setiap tingkatan memiliki peringatan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Dengan demikian, ketika terjadi banjir akibat bendungan runtuh, jatuhnya korban bisa diminimalisasi.

Sampah di Situ Ciburuy

Bupati Bandung Barat Abubakar menyambut baik sosialisasi tersebut. Menurut dia, semua elemen masyarakat harus dilibatkan untuk menjaga keamanan Situ Ciburuy.

"Makanya, aparat kewilayahan seperti kades dan camat harus memahami hal ini dan menyosialisasikannya kepada masyarakat. Hal ini untuk mencegah kejadian luar biasa seperti di Situ Gintung," katanya.

Saat ini, Bupati mengakui, Situ Ciburuy pun kerap menjadi pembuangan sampah liar dan dikelilingi para pedagang. Padahal selain berfungsi untuk mengairi areal pertanian, Situ Ciburuy juga menjadi salah satu objek wisata unggulan di Bandung Barat.

"Idealnya kan, pengunjung datang ke sana untuk menikmati pemandangan. Nah, kalau datang ke gerbang saja sudah banyak sampah, apa yang dinikmati?" katanya.

Untuk melakukan penataan di Situ Ciburuy, dia menambahkan, saat ini Pemkab tengah membangun jogging track di sekitarnya. Hal itu sekaligus untuk mempertegas batas situ dengan permukiman warga. "Sebab jika tidak dibatasi seperti itu, lama-lama permukiman warga akan terus mendekati situ. Nah ini kan nantinya berbahaya juga bagi keamanan," kata Abubakar.***

Bagikan: