Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Siswi SMK Tenggelam di Situ Cileunca

Ecep Sukirman

BANDUNG, (PR).- Seorang siswi kelas X SMK 1 Pasundan Banjaran Kabupaten Bandung bernama Susi Nuraeni (16), tewas tenggelam di Situ Cileunca, Minggu 23 April 2017. Sebelum tenggelam, Susi sempat dinyatakan hilang selama beberapa jam. Ia dan teman-teman satu sekolahnya tengah mengikuti kegiatan perkemahan pramuka di sana.

Menurut Suprihat (42) dan Dewi (41), kakak Susi Nuraeni, adiknya tenggelam di Situ Cileunca saat melaksanakan pengambilan tanda pangkat Pramuka yang diikutinya. Bahkan, peristiwa nahas itu terjadi tanpa sepengetahuan pembina lapangan Pramuka SMK 1 Pasundan Banjaran.

Heri mengatakan, adik iparnya itu mengikuti kegiatan berkemah di Objek Wisata Situ Cileunca Pangalengan Jumat hingga Minggu, 21-23 April 2017. Sebelumnya, ia meminta izin keluarga untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler tersebut. Ayahnya, Aming (70), sempat tak mengizinkan putrinya ikut. Namun, Susi memaksa ikut hingga akhirnya diizinkan.

Menurut Heri, keluarga tak mengetahui secara detail peristiwa itu. Ia hanya menerima kabar duka dari petugas Polsek Pameungpeuk sekitar pukul 21.30 WIB. Ia dan istrinya langsung berangkat ke Polsek Pangalengan guna mengecek kebenaran kabar tersebut. Sesampainya di Polsek Pangalengan, Heri melihat beberapa pembina lapangan Pramuka SMK 1 Pasundan Banjaran sedang menjalani pemeriksaan kepolisian.

"Sebelum ditemukan meninggal, adik saya sempat katanya dikabarkan hilang saat mengikuti salah satu rangkaian kegiatan ekstrakulikuler Pramuka, Minggu sekitar pukul 10.30 WIB," kata Heri. Ia melanjutkan, pembinanya sendiri tidak mengetahui ke mana perginya Susi. Mereka baru memberitahukan bahwa Susi hilang pukul 16.00 WIB. Hingga akhirnya, jasad Susi mengambang dan ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB.

Tanda pangkat dalam air



Berdasarkan informasi yang dihimpun, Susi bersama rekan-rekannya di SMK Pasundan 1 Banjaran, berkemah di lokasi Obyek Wisata Situ Cileunca. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni mengambil tanda pangkat siswa di dalam air tanpa pelampung yang digelar Minggu 23 April 2017. Tanpa diketahui rekan serta pembinanya, Susi tenggelam saat pengambilan tanda kenaikan pangkat keanggotaan itu.

Setelah rekan dan pembina melakukan pengecekan latihan terakhir, dari jumlah 64 peserta ternyata jumlah peserta kegiatan berkurang 1 orang. Setelah ditunggu dan dicari di tempat latihan renang, akhirnya Susi ditemukan mengambang dalam keadaan sudah meninggal petang harinya.***

Bagikan: