Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

33 Pasar Akan Dilengkapi ‎Laboratorium Mini

Amaliya
PEKERJA membawa tumpukan sayur yang akan didistribusikan di Pasar Andir, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Selasa, 11 April 2017. Pada Mei 2017, sebanyak 33 pasar tradisional di Kota Bandung rencananya akan dilengkapi dengan laboratorium mini keamanan pangan yang bertujuan untuk mengeliminasi makanan yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.*
PEKERJA membawa tumpukan sayur yang akan didistribusikan di Pasar Andir, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Selasa, 11 April 2017. Pada Mei 2017, sebanyak 33 pasar tradisional di Kota Bandung rencananya akan dilengkapi dengan laboratorium mini keamanan pangan yang bertujuan untuk mengeliminasi makanan yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.*
BANDUNG, (PR).- Mulai Mei 2017, 33 pasar tradisional di Kota Bandung akan dilengkapi dengan laboratorium mini keamanan pangan (mini laboratorium food security). Pemeriksaan bahan pangan diharapkan mengeliminasi makanan yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.

Kepala Seksi Keamanan Pangan Hasil Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Ermariah, mengatakan lab mini dimulai sejak 2016. Hal itu merujuk Peraturan Wali Kota Bandung No. 1151/2016 tentang Pemeriksaan Pangan pada Mini Lab Food Security di Pasar Modern dan Tradisional.

Lab mini baru ada di 6 pasar swalayan yakni Yogya grup, Superindo Dago, Setiabudi supermarket, Carrefour PVJ, Lottemart Jalan Soekarno-Hatta, dan Giant Pasteur Hyperpoint. Tahun ini lab mini ditambah di swalayan Borma Setiabudi dan Hypermart Metro Trade Center.

"Untuk pasar tradisional baru tahun ini. Berbeda dengan swalayan yang peralatan dan bahan kimianya menyediakan sendiri, untuk pasar tradisional dibiayai oleh Dinas Pangan dan Pertanian," ujar Erma di Balai Kota Bandung, Selasa, 11 April 2017.

Lab mini akan memeriksa secara cepat dan sederhana. Pemeriksaan memakan waktu 1-5 menit. Bahan pangan segar yang diperiksa yakni daging, susu, telor, beras, ikan, sayuran, dan buah-buahan.

Jika hasilnya negatif, maka bahan makanan itu aman dikonsumsi. Namun, jika hasilnya positif, bahan makanan tidak boleh diperjualbelikan.***
Bagikan: