Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Bunuh Pasutri, Jufri Sahempa Divonis 15 Tahun Penjara

Yedi Supriadi
WARGA menonton lokasi pembunuhan yang sudah di pasangi garis polisi di Jalan Desa, Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu 27 November 2016. Pasangan suami istri Ade dan Lina tewas dibunuh tetangga kontrakannya sendiri yang diduga terlibat cekcok masalah pembagian air bersih dan sampah.*
WARGA menonton lokasi pembunuhan yang sudah di pasangi garis polisi di Jalan Desa, Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu 27 November 2016. Pasangan suami istri Ade dan Lina tewas dibunuh tetangga kontrakannya sendiri yang diduga terlibat cekcok masalah pembagian air bersih dan sampah.*
BANDUNG, (PR).- Jufri Sahempa (47) dituntut 15 tahun penjara karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami istri Ade Sumarna dan Lina Marlina di Kiaracondong Bandung. Pedagang cilok telor itu menghabisi nyawa pasutri itu dengan pisau yang biasa dipakai untuk berjualan.

"Supaya majelis hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah menghilangkan jiwa orang lain. Sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 15 tahun," ujar jaksa penuntut umum, Miptahulrohman saat membacakan amar tuntutannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 21 Maret 2017.

Dalam pertimbangannya jaksa menjelaskan perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, baik terhadap Ade Sumarna dan istrinya Lina Marlina hingga mengakibatkan kedua korban meninggal dunia. Keduanya adalah tetangga terdakwa yang sama-sama mengontrak rumah petak dikawasan Kiaracondong.

Kemudian kedua korban merupakan tulang punggung keluarga yang mempunyai 4 orang anak.

Dalam uraiannya jaksa menjelaskan, Lina Marlina (41) dan Ade Sumarna (34), ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jalan Desa RT 7 RW 2 Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, Minggu 27 November 2016 pagi. Di tubuh keduanya, ditemukan sejumlah luka tusukan. Terdakwa, yang tak lain adalah tetangga korban menyerahkan diri ke Mapolsek Kiaracondong beberapa saat setelah kejadian.

Terdakwa yang sehari-hari berjualan makanan cilok, mengaku sudah tinggal di kontrakan tersebut selama dua tahun terakhir. Selama itu pula dia kerap berselisih dengan pasangan suami istri Ade dan Lina. Salah satu yang menjadi persoalan sampah. Pelaku mengatakan, korban kerap menyimpan sampah di depan kamar korban. Hal itu dirasa mengganggu.

Masalah berikutnya adalah pasokan air. Dengan posisi kamar yang berada di paling pinggir, pasokan air ke kamar terdakwa ikut dipengaruhi penggunaan penghuni kamar lainnya. Perilaku korban dianggap menghambat aliran air ke kamar pelaku.

Sebagai puncak kekesalan tersebut, pagi itu terdakwa sempat cekcok dengan Ade. Perselisihan itu berujung kematian Ade, saat terdakwa menusukkan pisau ke tubuh korban. Namun tidak berhenti di situ, korban Lina yang sempat berusaha melarikan diri dikejar kemudian ditusuk di bagian perut.

Setelah kejadian, dia mengaku tidak berniat melarikan diri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, dia segera menyerahkan diri ke Mapolsek Kiaracondong. ***
Bagikan: