Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Proyek Jalan Tol Soroja Molor Terus, Ini Ternyata Penyebabnya

Sarnapi
PENGENDARA melintasi proyek pembangunan underpass tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) di De­sa Parungserab, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu 8 Maret 2017 lalu.*
PENGENDARA melintasi proyek pembangunan underpass tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) di De­sa Parungserab, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu 8 Maret 2017 lalu.*

SOREANG, (PR).- Bupati Bandung Dadang M Naser mengaku kecewa dengan kembali molornya penyelesaian jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) sehingga merugikan masyarakat Kabupaten Bandung. Ia mendesak adanya pengusutan penyebab keterlambatan secara teknis pekerjaan sehingga tidak selalu menyalahkan faktor cuaca.

"Sudah beberapa kali target penyelesaian jalan Tol Soroja dimundurkan. Seharusnya selesai saat pembukaan PON pada September 2016 dan dimundurkan pada April 2017 ini. Namun, ternyata target tak bisa dipenuhi," kata Dadang M Naser, selepas membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), di Gedung M Toha, Rabu 8 Maret 2017.

Perkembangan pembangunan tol Soroja sepanjang 10,57 kilometer hingga 6 Maret 2017 sudah mencapai 70%. Pengerjaan yang meliputi dua seksi yaitu awal proyek hingga sta 300 dan dari sta 300 hingga akhir proyek itu keduanya sudah mencapai 70% pengerjaannya.

Bupati menegaskan, harus ada evaluasi menyeluruh pengerjaan jalan tol sehingga tak sekadar menyalahkan faktor cuaca. "Evaluasi juga manajemen dan kontraktor tiap trase. Pengerjaan jalan tol Soroja dibagi ke beberapa trase yang dikerjakan beberapa perusahaan," tutur Dadang.

Menurut dia, pengerjaan jalan tol di trase antara Pasirkoja sampai Margaasih sudah bagus sehingga tidak ada masalah. Meski sempat terganjal dengan adanya dua masjid yang harus di­bebaskan dan dipindah, tetapi secara pekerjaan sudah baik. Demikian pula pengerjaan dari arah Stadion Si Jalak Harupat maupun pintu tol Pemkab Bandung juga sudah bagus.

Persoalan pembangunan jalan tol Soroja, kata bupati, lebih banyak pada trase tengah sehingga harus ditelusuri siapa kontraktornya. "Kontraktor tersebut sudah berpengalaman dan memiliki dana atau memang tak berpengalaman sama sekali? Alasan kurangnya bebatuan kuari yang bagus mutunya juga kurang bisa diterima karena sudah saya minta agar galian C yang sempat disegel Satpol Pamong Praja agar mengajukan izin lagi sehingga menjadi legal," katanya.

Karena cuaca?

Sebelumnya diberitakan, molornya pembangunan proyek Tol Soroja ini karena sejumlah alasan. Intensitas hujan yang saat ini masih tinggi ditengarai menjadi penghambat pengerjaan proyek jalan tol sepanjang 10,57 kilometer itu. Hambatan cuaca tersebut terutama berpengaruh pada pengerjaan timbunan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa usai berkordinasi dengan PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) mengatakan, pemprov bersama kontraktor saat itu menargetkan pengerjaan beres dan bisa digunakan April 2017 dengan perhitungan tanpa hujan. Namun, ternyata puncak hujan yang terjadi pada Maret ini membuat pengerjaan jalan tol tidak berjalan lancar. Pekerjaan fisik yang terganggu cuaca dan paling signifikan adalah penimbunan tanah di dua seksi. Sementara penimbunan jumlahnya cukup besar namun tidak bisa dipaksakan jika cuaca tidak mendukung. Penimbunan masih tertinggal karena baru tercapai 78%.

"Penimbunan tidak bisa dilakukan padahal cukup besar pekerjaannya. Kalau dipaksaan berbahaya dan pemprosesan tidak akan optimal. Ini berat, kendala cuaca yang tidak bisa dikendalikan," ujar Iwa, awal minggu ini. ‎Ia mengakui, dengan progres pengerjaan saat ini membuat pihaknya pesimistis pekerjaan bisa beres akhir April ini.

Menurut Iwa, dengan kondisi seperti ini, saat curah hujan masih terus tinggi, pekerjaan bisa molor atau bisa selesai Mei 2017 mendatang. Diharapkan bisa digunakan pada musim mudik nanti.

Merugikan banyak pihak

Terus mundurnya penyelesaian jalan tol Soroja menyebabkan kerugian bagi masyarakat dan Pemkab Bandung. "Secara moral dan politik tentu kami mengalami kerugian besar karena seharusnya jalan tol sudah bisa dipakai saat penyelenggaraan PON tahun lalu," ujarnya.

Dadang berencana akan memanggil pihak PT CLMJ untuk mengetahui persoalan yang masih mengganjal dan berusaha membantu membereskannya. "Seperti pembebasan lahan sudah selesai dengan uang pembebasan lima bidang tanah diserahkan ke pengadilan untuk diambil pemilik tanah. Uang itu merupakan titipan karena pemilik tanah masih tak setuju harga ganti rugi tanah," tuturnya.

Pemkab Bandung berharap sebelum puasa tol Soroja sudah selesai. "Musim mudik Lebaran sudah bisa operasional dengan sudah menetapkan tarif seperti jalan tol lainnya," katanya.***

Bagikan: