Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 30.7 ° C

Mural Hidupkan Kembali Kejayaan Kosambi

Joko Pambudi
SEJUMLAH warga menggambar tembok di salah satu sudut Pasar Kosambi dalam program Kosambi Pasar Bersih (Kosasih) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Sabtu 25 Februari 2017. Kosambi Pasar Bersih yang diprakarsai oleh mahasiswa ITB dan PD Pasar Sae itu merupakan program untuk menghidupkan kembali tempat relokasi yang selama ini masih sepi pengunjung.*
SEJUMLAH warga menggambar tembok di salah satu sudut Pasar Kosambi dalam program Kosambi Pasar Bersih (Kosasih) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Sabtu 25 Februari 2017. Kosambi Pasar Bersih yang diprakarsai oleh mahasiswa ITB dan PD Pasar Sae itu merupakan program untuk menghidupkan kembali tempat relokasi yang selama ini masih sepi pengunjung.*

BANDUNG, (PR).- Sedikitnya 50 partisipan lintas kalangan ikut terlibat dalam "Warna-warni Kosambi" di Basement Masjid At Taubah Pasar Kosambi Kota Bandung, Sabtu 25 Februari 2017. Kegiatan pembuatan mural secara massal ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan kejayaan pasar tersebut.

"Harapannya masyarakat luas jadi tahu kalau di sini ada pedagang. Kalau sudah tahu, ke depannya kami harap akan laku," kata ketua pelaksana kegiatan, Azis Shiddiq, mahasiswa Master of Business Administration (MBA) Institute Teknologi Bandung, di sela kegiatan.

Sebagai catatan, Warna-Warni Kosambi ini merupakan bagian dari rangkaian program Kosambi Pasar Bersih (Kosasih), yang dikerjakan bersama oleh PD Pasar Sae, mahasiswa MBA ITB, serta seniman John Mart. Kegiatan diadakan di area relokasi pedagang kaki lima Pasar Kosambi.

Sejak sekitar pukul 9.00 WIB, lokasi sekitar pembuatan mural sudah mulai dipadati partisipan. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Pemerintah Kota Bandung melalui PD Pasar Sae, komunitas, mahasiswa, hingga para pedagang beserta keluarganya. 

Secara teknis, pembuatan mural ini terlebih dahulu dibuat sketsanya oleh seniman John Mart. Para partisipan kemudian mewarnai bagian-bagian dari mural tersebut. Hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB, belum seluruh bagian mural Kosambi diselesaikan. 

Azis menuturkan, rencananya kegiatan akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 26 Februari 2017, hingga mencapai penyelesaian akhir. John Mart yang bertugas melakukan pemolesan akhir tersebut. Seusai pembuatan mural rampung, keesokan harinya akan digelar seremoni sebagai bentuk syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada berbagai kalangan yang sudah ikut terlibat.

Namun, dia menegaskan, program ini tidak berhenti hanya di pembuatan mural. Masih tersisa sejumlah agenda dalam rangkaian menghidupkan kembali nama Pasar Kosambi. "Setelah ini akan diadakan agenda mingguan bersama dengan berbagai komunitas yang ada," ujarnya.

John Mart menuturkan harapan serupa. Secara umum, mural di Kosambi dibuatnya dengan konsep utama "journey to happiness". Karya yang digarap secara massal ini diharapkan mampu menjadi ruang yang mendatangkan kebahagiaan. Setidaknya, kebahagiaan itu bisa dirasakan para pedagang yang mencari nafkah di lokasi tersebut.

Dia mengakui, karya mural di Kosambi menjadi berbeda karena tidak seluruhnya dikerjakan sendiri. Dia berperan dalam membuat sketsa, memandu warna, serta penyelesaian akhir. Sementara bagian pewarnaan diserahkan kepada partisipan yang terlibat. Namun hal itu tidak lantas mengurangi nilai dari karya tersebut.

"Waktu diwarnai, saya cuma menonton. Tapi tidak ada istilah tidak puas. Saya puas karena seni dan masyarakat bisa blend," ujar seniman yang juga menggarap mural di flyover Antapani ini.***

Bagikan: