Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Perkosa Anak Hingga Melahirkan, HR Divonis 14 Tahun

Yedi Supriadi
BANDUNG, (PR).- HR (55) tampak lesu saat hakim mengganjar 14 tahun penjara untuk dirinya. Namun mimik mukanya tak terlihat wajah penyesalan, padahal dia sudah jelas terbukti melakukan pemerkosaan anaknya yang berlangsung bertahun-tahun hingga melahirkan.

"Mengadili, memutuskan terdakwa bersalah telah melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur yang juga merupakan anak kandungnya," ujar Ketua Majelis Hakim Kartim Khaerudin saat membacakan amar putusan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 23 Februari 2017.

Karena itulah menurut Kartim terdakwa telah jelas-jelas melanggar Undang Undang Perlindungan Anak dan dijatuhkan hukuman 14 tahun penjara.

Selain hukuman kurungan, majelis hakim juga mengenakan denda Rp 4 miliar atau diganti dengan kurungan 3 bulan penjara.

Vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 15 tahun penjara.

Dalam sidang putusan tersebut majelis hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan yakni telah meruntuhkan masa depan korban yang juga anak kandung sendiri. Korban menjadi stres berat dan kerap akan melakukan bunuh diri. Terdakwa melanggar norma agama dan juga norma masyarakat.

Terdakwa tidak berprikemanusiaan.

Dalam putusan tersebut juga diceritakan bahwa terdakwa ayah kandung korban sebut saja bunga disetubuhi dari tahun 2010 hingga tahun 2016. Saat itu korban berusia 15 tahun atau baru duduk dibangku SMP.

Perbuatan bejat terdakwa dilakukan di rumahnya Kecamatan Regol Kota Bandung.

Persetubuhan dilakukan terdakwa membujuk rayu dengan menjanjikan akan di kasih uang Rp 100 ribu. Pertama kali diperkosa pada tahun 2010 sehabis pulang sekolah, oleh terdakwa korban disuruh masuk ke kamar lalu menindih badan korban.

Setelah melapiaskan nafsu birahinya, terdakwa lalu mengancam agar korban tidak memberitahukan kepada siapapun. Bahkan terdakwa mengancam akan membunuh Bunga.

Perbuatan terdakwa berlangsung hampir enam tahun dan dilakukan berulang-ulang dalam kurun waktu tersebut.

Akibat perbuatannya, pada tahun 2016, Bunga hamil dan melahirkan di RS Hasan Sadikin Bandung. Dalam persalinan tersebut, anak yang baru lahir tersebut meninggal dunia.

Menurut Kartim, dari hasil pemeriksaan persidangan, korban menderita psikis yang sangat mendalam dengan kategori stress berat, cenderung agak gila yang diakibatkan perbuatan bejat ayah kandungnya.

Kasus ini terbongkar saat pertengahan tahun 2016, saat Bunga hamil 4 bulan disetubuhi oleh ayahnya, karena tidak kuat perbuatan ayahnya akhirnya diceritakan kepada orang lain hingga akhirnya terbongkar dan diciduk polisi.***
Bagikan: