Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Polisi Selidiki Pencemaran Situ Cileunca

Ecep Sukirman
KASATRESKRIM Polres Bandung Niko N. Adi Putra (kedua kiri) melihat parit yang digunakan PT UPBS sebagai saluran pembuangan limbah kotoran sapi menuju Situ Cileunca di Kampung Cibuluh, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis 2 Februari 2017. Akibat aktivitas pembuangan limbah kotoran sapi itu, membuat air di Situ Cileunca tercemar kotoran sapi dan menimbulkan bau tidak sedap.*
KASATRESKRIM Polres Bandung Niko N. Adi Putra (kedua kiri) melihat parit yang digunakan PT UPBS sebagai saluran pembuangan limbah kotoran sapi menuju Situ Cileunca di Kampung Cibuluh, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis 2 Februari 2017. Akibat aktivitas pembuangan limbah kotoran sapi itu, membuat air di Situ Cileunca tercemar kotoran sapi dan menimbulkan bau tidak sedap.*

SOREANG, (PR).- Kepala Satreskrim Polres Bandung Niko N. Adi Putra mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan terkait pencemaran lingkungan di Situ Cileunca. Proses penyelidikan yang dilakukan berawal dari adanya laporan warga tentang adanya aktivitas pencemaran lingkungan. Hasil penelusuran polisi, pencemaran air yang terjadi di Situ Cileunca ini berasal dari pembuangan kotoran sapi dalam jumlah yang banyak.

"Kami melakukan penyelidikan terkait asal-usul kotoran sapi ini. Setelah dilakukan penelurusan dari pembuangan awal hingga akhir mengarah ke PT UPBS. Limbah kotoran sapi ini juga mengotori air Situ Cileunca yang menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung," ujar Niko di Situ Cileunca, Kamis 2 Februari 2017.

Menurut Niko, polisi sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bandung, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Peternakan, dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Daerah Kabupaten Bandung. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan polisi, jumlah sapi yang berada di pabrik tersebut hampir mencapai 4.000 ekor dari yang seharusnya sebanyak 600 ekor. Tingginya populasi sapi itu membuat limbah kotoran sapi yang dibuang perusahaan semakin banyak.

"Pemerintah daerah melalui instansi terkait sudah memberikan teguran kepada perusahaan, namun tidak dihiraukan. Dinas lingkungan hidup sudah mengambil uji sampel air di Situ Cileunca ternyata banyak kandungan kotoran sapi. Kami akan menutup saluran pembuangan limbah ini termasuk memasang garis polisi di kolam penampungan limbah kotoran sapi," ungkap Niko. Polisi telah memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangannya termasuk memintai keterangan dari warga dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Bandung.

Atas tindakan yang dilakukan PT UPBS itu, dijelaskan Niko, perusahaan itu terancam Undang-undang Nomor 32/2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi ke PT UPBS, pihak perusahaan belum memberikan tanggapannya terkait keluhan warga tersebut. Seorang petugas satpam di perusahaan itu Asep mengatakan, Humas PT UPBS Agus Wiba yang berwenang memberikan pernyataan kepada wartawan, sedang tidak berada di tempat. 

Bahkan, saat dihubungi melalui telefon genggamnya, Humas PT UPBS Agus Wiba, tidak merespons. "Dari pihak manajemen, yang bertugas memberikan pernyataan itu diserahkan ke Humas, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat," ungkap satpam itu.***

Bagikan: