Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

KSAD Buka Dikreg LV Seskoad

Joko Pambudi
BANDUNG, (PR).- Sebanyak 280 perwira siswa mengikuti Pendidikan Reguler LV Sekolah Staf dan Komando (Seskoad), yang secara resmi dibuka Jumat 13 Januari 2017. Sebagai calon pemimpin di masa depan, seluruh peserta didik dituntut untuk menjalankan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

"Tumbuhkan komitmen dan pengembangan diri untuk menyerap pengetahuan seluas-luasnya, sebab para perwira siswa merupakan kader-kader pemimpin TNI AD dengan tanggung jawab yang besar di masa depan," ujar Kepala Staf TNI AD Mulyono saat membuka Dikreg LV, di Seskoad Jalan Gatot Subroto Kota Bandung Jumat 13 Januari 2017.

Dia menuturkan, pasis peserta Dikreg ini merupakan prajurit terpilih yang sudah melalui sejumlah tahap seleksi. Mereka jadi bagian dari pengembangan sumber daya TNI AD dalam menjawab tantangan zaman.

"Tingginya dinamika lingkungan strategis dan kompetisi di tingkat internasional regional maupun nasional saat ini menuntut pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas dan berkompetensi tinggi. Tuntutan tersebut akan berpengaruh terhadap suksesnya pencapaian tugas pokok dan proses transformasi TNI AD," ujarnya.

Dengan demikian, setiap pasis harus menumbuhkan budaya berpikir kritis dan kreatif dalam rangka memberikan masukan yang positif dan konstruktif bagi TNI AD. Pengembangan diri harus pula dibarengi dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk meningkatkan wawasan dan kualitas dalam proses belajar mengajar.

"Gunakan IT secara bijaksana dan dalam koridor yang benar, sehingga terhindar dari pengaruh negatif dan kerugian, khususnya dalam proses pendidikan ini," katanya.

Sementara itu, Komandan Seskoad Dody Usodo Hargo menuturkan, Dikreg LV Seskoad diikuti 280 pasis, terdiri dari 267 pasis TNI AD, 2 pasis TNI AL, 2 pasis TNI AU, serta 9 pasis negara sahabat. Pasis mancanegara ini berasal dari negara Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, India, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Singapura, dan Thailand. Mereka akan mengikuti pendidikan selama sekitar 10 bulan hingga berakhir pertengahan November mendatang.

Dia menambahkan, dalam pendidikan kali ini, pasis menggunakan kurikulum pendidikan 2016, sebagai pembaruan dari kurikulum 2011 yang berlaku sebelumnya. Dengan kurikulum baru, materi pendidikan lebih dititikberatkan untuk keilmuan di bidang militer.***
Bagikan: