Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Jelang Relokasi PKL Kosambi, Pedagang Masih Khawatir

TROTOAR kawasan Pasar Kosambi terlihat rapih dan bersih dari lapak pedagang kaki lima, di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis, 29 Desember 2016. Sejak penertiban, kawasan yang biasanya penuh dengan lapak pkl itu kini sudah bisa dilalui oleh pejalan kaki dengan leluasa.*
TROTOAR kawasan Pasar Kosambi terlihat rapih dan bersih dari lapak pedagang kaki lima, di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis, 29 Desember 2016. Sejak penertiban, kawasan yang biasanya penuh dengan lapak pkl itu kini sudah bisa dilalui oleh pejalan kaki dengan leluasa.*

BANDUNG, (PR).- Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani menuju area Pasar Kosambi tinggal menghitung hari. Lokasi baru itu akan diresmikan Sabtu, 31 Desember 2016 mendatang.

Pengamatan "PR", Kami, 29 Desember 2016, area belakang Pasar Kosambi sedang diperbaiki untuk lokasi baru PKL Jalan Ahmad Yani. "Ya mau tidak mau harus siap. Kita all out untuk persiapan relokasi ini dilakukan siang malam. Yang penting nanti (PKL) bisa masuk dan tertata rapi," kata Kepala Pasar Kosambi Agus Gani.

Rencananya, area tersebut dibagi-bagi sesuai peruntukannya. Pertama, adalah Galeri Kosambi yang terletak di belakang Pasar Kosambi. Area ini nantinya akan diisi oleh pedagang pakaian, aksesoris, figura, dan perlengkapan tentara. Kedua, area kuliner malam yang terletak di area parkir Pasar Kosambi. dan ketiga, area pedagang subuh yang terletak di belakang Pasar Kosambi.

Saat ini jumlah pedagang yang mendaftar untuk relokasi sejauh ini ada 112 orang dan direncanakan akan mulai direlokasi pada tanggal 30 Desember 2016. "Sudah beberapa kali kami mengadakan sosialisasi. Ada satu kesepakatan antara PD pasar, pemerintah kota melalui muspika, dan PKL" kata Humas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kosambi Rizal.

Walaupun sudah diadakan sosialisasi untuk relokasi. Namun, pedagang mengaku masih merasa khawatir. Mereka takut ketika direlokasi, pengelola menelantarkan begitu saja sehingga bisa sepi pembeli.

"Saya di depan juga udah ripuh (susah) dan sepi apalagi dipindah ke belakang. Saya mah inginnya pedagang buah dipisahin gitu," ujar Yadi (57), pedagang buah.

Selain Yadi, ada juga Nana (50), pedagang emas yang mengeluhkan adanya relokasi ini.  "Banyaknya mah (PKL) pada mundur, nggak mau. Saya pribadi keberatan. Siapa yang mau beli? Inginnya mah tetap aja di sini (pinggir jalan) tapi ditata dengan baik," ungkap Nana.

Menanggapi hal tersebut, Rizal mengatakan akan ada upaya pengelola pasar untuk menarik minat pembeli. "Nanti kita akan branding, kita atur marketing nya sedemikan supaya orang 'ngeuh' (peduli) bahwa dibelakang ada aktivitas," tutur Rizal.

Pedagang berharap rencana itu bisa terlaksana. Sehingga relokasi ini tidak membuat nasib pedagang semakin buruk. "Ya, bagusnya begitu. Kasih promosi. Diadain hiburan atau gimana gitu. Jangan cuma dipindahin ke belakang, terus udah aja. Istilahnya kayak sampah," kata Nana. (Surya Fikri Asshidiq)***

Bagikan: