Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.5 ° C

Wisata Kuliner Kota Bandung di Jalan Sunda nan Menggoda

Eva Nuroniatul Fahas

JAJAN ke mana hari ini? Bila Anda tengah berada di Kota Bandung dan berencana melewati Jalan Sunda, ada baiknya singgah sebentar. Jalan Sunda merupakan salah satu ruas jalan sibuk di Kota Bandung karena merupakan salah satu jalan penghubung utama di tengah kota. 

Pada hari kerja, ruas jalan itu jarang lengang kecuali saat hari telah larut. Posisinya terbilang strategis karena dekat dengan area perkantoran, sekolah, pasar, serta sentra usaha masyarakat. Jika akhir pekan, lalu lintas juga tak kalah sibuk. 

Karenanya, sepanjang jalan yang bermula dari Terusan Jalan Karapitan hingga perempatan Jalan Jawa itu begitu hidup. Di kiri-kanan jalan, hanya sedikit rumah tinggal atau area publik. Nyaris seluruh kawasan menjadi tempat usaha. Jenisnya pun beragam mulai dari niaga, jasa, perkantoran, swalayan, toko, hingga tempat makan.

Ada banyak menu jajanan di beberapa tempat di Jalan Sunda yang juga bisa Anda coba. Tentu saja, karena banyaknya lokasi wisata kuliner, tidak semua dapat dituangkan dalam halaman. 

Bagi penyuka mi, setidaknya ada empat tempat yang berada persis di tepi Jalan Sunda yang menyajikan sajian itu antara lain Mi Kocok SKM, Yami Yami Noodle House, Bakmi Parahyangan, serta Cwie Mie 87. 

Bila ingin mencicipi semangkuk bakso, bisa mencoba bakso Gemar. Bagi mereka yang ingin suasana kafe, bisa datang ke Yellowtruck Coffee yang tak hanya menyajikan kopi juga sajian berat lain. Di Jalan Sunda juga terdapat dua toko bakery yang lebih dari sepuluh tahun berdiri antara lain Tabitha serta Eliza.

Penggemar kuliner Bugis juga bisa datang ke Ikan Bakar Makassar yang posisinya tepat sebelum rel kereta api Jalan Sunda. Ada pula Martabak Bandung Medal Sari 89 yang memiliki resep sendiri. Jangan lupakan makanan keseharian ala rumahan di ayam goreng kalasan. 

Setelah melewati rel kereta api, biasanya semerbak aroma sate menyebar dari rumah makan Sate Sidareja Pak Gino. Ini tempat makan sate kambing paling populer di Jalan Sunda.

 

Terakhir, jika sedang ingin menyantap fast food, di sebelah kiri jalan ada restoran ayam goreng siap saji. Keberadaan toko swalayan besar di jalan itu juga memungkinkan eksplorasi kuliner lebih seru lagi.

Yami-Yami Noodle House, Masakan Cina yang Lezat

Salah satu restoran makanan cina di Bandung adalah Yami-Yami Noodle House. Menyajikan ragam menu yang terbuat dari mi dan kudapan (side dish) yang lezat, terutama yang menggunakan makanan laut (seafood). Salah satu menu favorit di restoran yang beralamat di Jalan Sunda Nomor 53 Bandung ini adalah yami hotplate seafood singapura. Memadukan aneka seafood seperti udang, kerang, dan cumi-cumi, dengan mi kuning, lalu dimasak dengan singaporean sauce yang didominasi rasa asam pedas. Kenikmatannya bertambah saat disantap hangat. 

Bila datang bersama kawan atau kerabat, menu combo platter bisa dicoba. Terdiri atas brokoli, udang gulung, calamari, serta ikan yang digoreng tepung renyah berteman saus asam manis dan mayonaise. Menu lain yang juga andalan restoran ini antara lain yami swie kiaw saus tiram, ayam panggang madu spesial, serta yami rica spesial.

Untuk kudapan bisa dicoba udang gulung bangkok, pangsit goreng, lumpia udang goreng, serta yami sapi lada hitam. Terdapat tiga minuman favorit untuk melengkapi kuliner Anda, antara lain jus stroberi, pinacolada juice, serta chunky choco shake.

Eliza Bakery Punya Cita Rasa Roti Jadul

Bicara roti jadul, ada beberapa toko roti legendaris yang sudah ada sejak zaman dulu (jadul) di Kota Bandung. Eliza Bakery salah satunya. Masih setia dengan resep aslinya, salah satu tokonya terletak di Jalan Sunda Nomor 73, Kota Bandung. 

Di toko yang tak terlalu besar itu, terpampang meja pajangan roti-roti yang dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet. Lebih dari belasan jenis roti tersedia. Namun, yang paling favorit adalah roti tawarnya.

Meski masih memakai resep jadul, roti tawar Eliza empuk dengan tekstur yang tak terlalu lembut. Aroma harum rotinya, pas jika digabungkan dengan secangkir kopi. Jangan lewatkan untuk mencicipi roti keju dan roti cokelatnya, sangat nikmat terlebih saat masih hangat.

Mih Kocok SKM yang Legendaris

Adalah Pak Sukirman yang memulai berdagang mi kocok sekitar 1970 di Jalan Sunda. Ia hanya menjual mi kocok dengan kaki sapi, tanpa bakso. Sepeninggal Pak Sukirman, anak-cucunya yang meneruskan usahanya. 

Mi kocok ini lalu dikenal dengan nama Mih Kocok SKM yang merupakan akronim dari nama Pak Sukirman. Mungkin untuk membedakan dari mi kocok bandung lainnya. Kedainya berlokasi di Jalan Sunda Nomor 38 Bandung. Di masa lalu, Pak Sukirman berdagang di seberangnya.

Semangkuk mi kocok cocok dikonsumsi saat udara Bandung sedang mendung. Mi pipih kuning bergulung, dilengkapi tauge segar, kikil kaki sapi yang empuk, lengkap dengan siraman kuah yang gurih menambah kelezatannya. Kucurkan jeruk nipis serta sambal rawit agar suasana menyantap mi kocok lebih menggelora. Bila suka, bisa tambahkan kecap manis serta cuka. Tersedia pula aneka kerupuk karena bagi sebagian orang, acara makan akan hambar tanpa kerupuk.

Ayam Goreng Kalasan Bumbu Kremes dengan Bumbu Kuning Khasnya

Makanan rumahan kerap dicari banyak orang setiap waktu. Menu makan paling mudah bisa jadi nasi hangat dan ayam goreng. Ada banyak jenis sajian ayam, dibumbui kecap, dibacem, dibakar, atau dibumbu kuning ala Kalasan, Yogyakarta. 

Seperti yang dijual Ayam Goreng Kalasan Bumbu Kremes di Jalan Sunda Nomor 74, Kota Bandung, kedai kecil yang lokasinya tepat sebelum rel kereta api.

Ian juga memberikan banyak pilihan untuk pembeli martabaknya. Selain margarin, ia menawarkan martabak yang menggunakan butter atau gabungan keduanya. Untuk martabak asin, pilihannya ada pada penggunaan telur, semakin banyak semakin spesial. Bukan hanya itu, ada juga pilihan isian seperti daging ayam atau kornet daging sapi. Kudapan martabak di Bandung memang tak kenal musim, mau musim kemarau atau musim hujan, martabak selalu jadi juaranya.

Warung Sate Sidareja Pak Gino, Olahan Nikmat Serbadaging 

Bagi penggemar sate dan tongseng, jangan sampai melewatkan sajian dari Warung Sate Sidareja Pak Gino di Jalan Sunda Nomor 76, Kota Bandung. Lokasinya tepat setelah rel kereta api, sebelum SPBU, sebelah kanan jalan. Warung sate itu nyaris selalu dipenuhi pengunjung. 

Menyediakan aneka jenis olahan daging kambing, sapi, dan ayam, sate Pak Gino dikenal sejak lama. Pelanggannya tak sedikit pejabat pemerintah, tokoh, atau orang terkenal lain.

Salah satu menu yang wajib dicoba adalah sate kambing yang tersedia dalam pilihan daging semua atau disisipi lemak (gajih). Sate Sidareja identik dengan penyajian yang memisahkan sate dan bumbunya. Sate daging dibakar hanya dengan bumbu dasar. Bumbu pelengkap seperti kecap rawit, saus kacang, serta acar sayuran disajikan dalam piring kecil terpisah. 

Satu porsi sate berisi 10 tusuk yang dihidangkan masih dengan kepulan asap dalam hotplate. Terdapat pula menu nasi goreng, tongseng, dan gulai.

Untuk membilas kerongkongan setelah menyantap sate, tersedia beragam minuman segar dan aneka jus. Salah satu yang unik adalah sirup buah pala yang bercita rasa manis dan segar.***

Bagikan: