Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Material Longsor di Ujungberung Sulit Disingkirkan

Retno Heriyanto
MATERIAL tanah dan batuan benteng yang longsor dan menutupi akses Jalan Babakan Batawi di perbatasan Kampung Babakan Batawi, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung dengan Kampung Paratag, Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung hingga Sabtu 29 Oktober 2016 petang masih belum dapat diangkut.*
MATERIAL tanah dan batuan benteng yang longsor dan menutupi akses Jalan Babakan Batawi di perbatasan Kampung Babakan Batawi, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung dengan Kampung Paratag, Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung hingga Sabtu 29 Oktober 2016 petang masih belum dapat diangkut.*
BANDUNG, (PR).- Material tanah longsor yang menutupi akses Jalan Babakan Batawi Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung sulit disingkirkan. Masyarakat sejumlah perkampungan di Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung harus menggunakan akses jalan lain yang memutar untuk beraktivitas.

”Saat ini kami mencoba menyingkirkan material tanah dan batuan agar saat hujan turun, tidak semakin parah menutup akses jalan. Karena bongkahan material benteng sangat tebal, untuk menyingkirkannya butuh alat berat. Kalaupun dipaksakan, akan membutuhkan waktu lama,” kata Kapolsek Ujungberung Kompol Dodi Arahmansyah.

Dodi memimpin langsung penanganan usai longsor di ruas jalan Babakan Batawi yang merupakan perbatasan Kampung Babakan Batawi, Kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung dengan Kampung Paratag, Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung itu.

Longsor tebing yang terjadi Jumat 28 Oktober 2016, menurut sejumlah warga, mulai terjadi sejak pukul 13.15 WIB dan mencapai puncaknya menjelang pukul 16.00 WIB. Longsor tanah dan benteng ambruk disertai suara dentuman membuat warga di sekitar lokasi kejadian berhamburan ke luar rumah.

”Waktu bubaran salat jumat, memang sudah ada longsoran kecil. Baru menjelang jam 4 (16.00 WIB) terdengar suara dentuman dan semua warga keluar untuk memastikan yang ternyata tebing dan benteng di RT 3, RW 3, Kampung Paratag (Cilengkrang) sudah longsor dan warga berusaha menghindar karena khawatir ada longsor susulan,” ujar Nandang, warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Hingga Sabtu 29 Oktober2016 petang , jajaran Kepolisian dan TNI dibantu masyarakat berusaha menyingkirkan marerial tanah dan bebatuan tembok benteng.***
Bagikan: