Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Pembangunan Technopark Cimahi, Pemkot tak Terpengaruh Hak Angket DPRD

Hendro Susilo Husodo
WALI Kota Cimahi Atty Suharti bertanya kepada pelajar SMK Teknologi Industri Pembangunan Cimahi mengenai Line Follower atau robot mobil mengikuti garis buatan pelajar tersebut di sela soft launching Technopark Cimahi, Jalan Baros, Minggu, 23 Oktober 2016.*
WALI Kota Cimahi Atty Suharti bertanya kepada pelajar SMK Teknologi Industri Pembangunan Cimahi mengenai Line Follower atau robot mobil mengikuti garis buatan pelajar tersebut di sela soft launching Technopark Cimahi, Jalan Baros, Minggu, 23 Oktober 2016.*
CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi tak terpengaruh dengan rencana DPRD Kota Cimahi yang akan menggelar paripurna hak angket pembangunan technopark pada pekan ini. Pada Minggu, 23 Oktober 2016 kemarin, Pemkot Cimahi menggelar soft launching technopark, yang saat ini sudah mencapai 97% penyelesaian.

Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, pembangunan technopark di Cimahi merupakan suatu bentuk respon cepat Pemkot Cimahi akan program pemerintah pusat, yang berencana membangun 100 technopark di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Dia berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu pembangunan technopark.

"Kami mampu menyikapi program ini dan mudah-mudahan techopark ini jadi yang pertama dari 100 lokasi yang ditunjuk. Perencanaan dan pelaksanaan bangunan ini menggunakan konsep eco friendly, yaitu green building. Semoga tipikal bangunan ini dijadikan contoh oleh daerah lain dalam menyikapi lingkungan saat ini," kata Atty.

Menurut dia, pembangunan technopark ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan klaster industri di Cimahi. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di technopark ialah sebagai pusat inkubator bisnis dan teknologi untuk melahirkan wirausaha baru, sebagai pusat advokasi dan pengembangan bisnis kecil dan menengah, serta sebagai pelatihan bagi pengusaha lokal.

"Gedung Technopark ini ada kaitan dengan Gedung Baros Information Technology Creative, sebagai pusat animasi dan telematika. Pertimbangan kawasan pengembangan dilakukan di Baros, sehingga bisa menjadi kawasan industri teknologi," tuturnya.

Atty mengatakan, pembangunan technopark akan diresmikan pada 17 November mendatang, berbarengan dengan penyelenggaraan Baros International Animasi Festival 2016. "Selama ini kami belum punya tempat yang representatif untuk penyelenggaraan festival animasi internasional, jadi mudah-mudahan BIAF 2016 bisa lebih sukses," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ahmad Nuryana mengatakan, Gedung Technopark dibangun tiga lantai, dengan luas bangunan 5.627 meter persegi. Dari total luas lahan 11.162 meter persegi, perbandingan luas tapak bangunan ialah 15%, sedangkan sisa lahannya dimanfaatkan untuk tempat parkir dan ruang terbuka hijau.

"Pembangunan technopark ini dilaksanakan mulai 5 April 2016 sampai 15 November 2016. Sampai dengan sekarang progres pembangunan sudah mencapai 97%, tapi secara umum bangunannya sudah bisa difungsikan. Gedung Technopark ini terdiri atas tiga lantai, yaitu lantai basement buat tempat parkir, lantai dua buat tempat pameran ditambah empat ruang kelas, dan di lantai tiga buat convention hall," katanya.

Dengan anggaran Rp 32,5 miliar, kata dia, pembangunan technopark menerapkan konsep green dan eco building, di mana gedungnya didesain memiliki banyak sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Sementara lahan parkir di luar gedung dibangun menggunakan konstruksi paving block, sehingga bisa dipakai sebagai jogging track.

"Konsep ramah lingkungan juga dilakukan untuk pengolahan air limbah dan penampungan air hujan. Air limbah dan air hujan bisa didaur ulang, sehingga menghasilkan air bersih sebanyak 99 meter kubik. Itu bisa dimanfaatkan untuk sumber air buat tanaman dan pemadam kebakaran," tutur Ahmad.***
Bagikan: