Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Kontraktor Optimistis Tol Soroja Tuntas Awal 2017

Sarnapi
PEKERJA mengukur jalan yang akan dibeton untuk akses Tol Soreang-Pasirkoja di depan Kompleks Pemkab Bandung, Kecamatan Soreang, Kamis 4 Agustus 2016.*
PEKERJA mengukur jalan yang akan dibeton untuk akses Tol Soreang-Pasirkoja di depan Kompleks Pemkab Bandung, Kecamatan Soreang, Kamis 4 Agustus 2016.*
SOREANG,(PR).- PT Citra Marga Lintas Jabar sebagai kontraktor pembangunan jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) optimistis jalan tol tersebut sudah bisa digunakan pada awal 2017. Saat ini, pembangunan fisik sudah mdencapai 65 persen.

"Pembangunan fisik yang berat seperti simpang susun di Pasirkoja, Katapang, dan Margaasih, serta pembangunan jembatan di beberapa sungai sudah hampir beres. Hanya jembatan Sungai Ciwidey yang baru fondasi," kata Direktur PT CMLJ, Bagus Medi, di ruang kerjanya Jalan Raya Kopo, kemarin.

Ia menjelelaskan, struktur dua jembatan Sungai Citarum sudah tersambung. Demikian pula di Sungai Cidano dan Sungai Cibeureum. Untuk interchange Pasirkoja, pihaknya tinggal berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk pemasangan sambungan yang membentang di atas jalan tol Padalarang-Cileunyi. Demikian pula interchange Katapang dan Margaasih juga hampir selesai.

Pembangunan under pass, kata Bagus, juga sudah selesai termasuk permintaan Pemkab Bandung untuk membangun under pass Pameuntasan Dua yang lokasinya tak jauh dari jembatan Sungai Citarum. Demikian pula dengan pembangunan jalan akses dari jalan arteri (jalan umum) menuju ke gerbang tol juga terus dikerjakan. Bahkan, jalan akses di samping Balerame Sabilulungan sudah dibeton.

"Jalan akses ada enam buah, yang terpanjang 600 meter di depan Pemkab Bandung samping Balerame dan terpanjang kedua 250 meter di Katapang yang kini sudah ditimbun dengan tanah dan siap dibeton," ujarnya.

Persoalan di lapangan, menurut dia, berkaitan dengan kondisi cuaca terutama hujan. Cuaca sangat menentukan pekerjaan jalan tol,apalagi pembangunan jalan tol Soroja dilakukan dengan cara mengurug lahan.

Mengenai pembebasan lahan tol, Bagus menyatakan, tinggal menyisakan sekitar tiga persen. "Kami menyediakan dana talangan yang sudah dibayarkan dan tinggal sekitar Rp 21 miliar lagi yang siap dibayarkan. Kami berharap pejabat pembuat komitmen (PPK) lahan bisa menyelesaikan tugas pembebasan lahan maksimal Oktober ini sehingga pekerjaan tak terganggu," katanya***
Bagikan: