Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 21.8 ° C

BPBD: Banjir Bandang Garut Merupakan yang Terbesar dan Terparah

Novianti Nurulliah
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016. Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya sungai Cimanuk pada Selasa 20 September 2016 malam tersebut mengakibatkan 57 rumah hanyut, 633 rumah tersendam, 20 orang meninggal, 59 orang luka-luka, dan belasan lainnya belum ditemukan.*
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016. Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya sungai Cimanuk pada Selasa 20 September 2016 malam tersebut mengakibatkan 57 rumah hanyut, 633 rumah tersendam, 20 orang meninggal, 59 orang luka-luka, dan belasan lainnya belum ditemukan.*
BANDUNG, (PR).-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyatakan banjir yang menerjang tujuh kecamatan di Garut merupakan banjir bandang terbesar dan terparah dalam catatan mereka.

Garut memang langganan banjir, namun baru tahun ini banjir bandang yang terparah dengan 20 orang tewas, 15 orang hilang, 59 orang luka-luka dan sebanyak 725 jiwa diungsikan. Adapun jumlah rumah yang saat ini masih terendam yaitu sebanyak 633 unit, sedangkan sebanyak 57 unit rumah warga terbawa hanyut atau terseret arus banjir.

"Kami masih melakukan pencarian korban yang hilang bersama Basarnas, SAR, dan BPBD Garut dibantu polisi dan TNI karena korban masih bisa bertambah," ujar Haryadi Wargadibrata Kepala BPBD Jabar saat dihubungi Rabu 21 September 2016 malam. Haryadi sendiri telah meninjau lokasi banjir bandang pada Rabu.

Di sisi lain, pihaknya tetap mengimbau warga agar tetap waspada karena potensi banjir susulan bisa terjadi terlebih jika hujan deras terjadi lagi. Jika hujan terjadi, warga diarahkan untuk mengungsi sementara di Markas Korem 062, sementara posko inti ada di Markas Kodim 0611 Garut. Di pengungsian, pihaknya telah melengkapinya dengan dapur umum. "Kami juga menurunkan tim pemantau di tujuh kecamatan tersebut juga," kata dia.

Sementara itu, saat ini status darurat belum ditentukan BPBD Garut. Terkait bantuan logistik, pihaknya sudah menurunkan makanan siap saji, kidware, selimut, dan juga matras. Barang-barang tersebut masih tersedia di Gudang BPBD Jabar. ***
Bagikan: