Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Tingkat Partisipasi Warga Menilai Kinerja Pemerintahan Masih Rendah

Retno Heriyanto
SEORANG warga mengisi kuisioner dan penilaian terhadap kinerja aparat kelurahan melalui Sistem Informasi Penilaian (SIP) seusai mengurus surat-surat di Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, belum lama ini. Partisipasi masyarakat mengisi kuisioner dan penilaian terhadap kinerja aparat kelurahan  dan kecamatan melalui SIP masih rendah.
SEORANG warga mengisi kuisioner dan penilaian terhadap kinerja aparat kelurahan melalui Sistem Informasi Penilaian (SIP) seusai mengurus surat-surat di Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, belum lama ini. Partisipasi masyarakat mengisi kuisioner dan penilaian terhadap kinerja aparat kelurahan dan kecamatan melalui SIP masih rendah.
BANDUNG,(PR).- Partisipasi masyarakat untuk memberikan penilaian kinerja pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui aplikasi Sistem Informasi Penilaian (SIP) masih rendah. Padahal, hal tersebut bisa menjadi salah satu bahan evaluasi kinerja bagi kecamatan dan kelurahan.

“Partisipasi masyarakat secara langsung melalui SIP belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat, hingga indikator penilaian belum sepenuhnya terlihat,” kata Camat Cibiru Ayi Sutarsa, di Cibiru, kemarin.

Menurut Ayi, partisipasi masyarakat dalam memberikan kinerja aparat di tingkat kecamatan maupun kelurahan sangat dibutuhkan dan menjadi indikator penilaian. Selain memberikan penilaian langsung kinerja jajaran aparat di kecamatan dan kelurahan, masyarakat juga dapat langsung melaporkan setiap kondisi atau permasalahan yang terjadi di lingkungan.

Minimnya partisipasi masyarakat tersebut menurut Ayi salah satunya karena masyarakat masih ada yang menganggap kalau masukan atau kritikan tidak akan mendapat respon. Selain itu, ada kekhawatiran jika mengkritik pemerintahan akan berdampak negatif bagi mereka.

Sementara itu, Lurah Pasir Biru Adad Mujahidin menambahkan, sejak setahun dioperasikan, dari sekitar 15 hingga 20 warga yang mengurus keperluan administrasi di kelurahan hanya tiga orang yang mau mengisi SIP. “ Hingga setahun SIP dioperasikan baru ada 68 orang yang memberikan penilaian, kendala utamanya tidak semua warga mengetahui penggunaan SIP yang menggunakan perangkat komputer maupun telefon seluler,” ujar Adad.

Aplikasi SIP dioperasikan di kantor kelurahan dan kecamatan sejak Juli 2015. Penilaian yang diberikan meliputi, kinerja pelayanan publik, K3 (ketertiban, kebersihan, keindahan) hingga inovasi atau indeks kebahagiaan seperti digelarnya kegiatan culinary night, Jumat keliling, dan makan dengan warga miskin.***
Bagikan: