Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Seni Tradisional Bukan Hanya Milik Orang Tua

Retno Heriyanto
KESENIAN tradisional longser generasi muda dari kelompok Joeroe membawakan cerita "Somad Bandar Entog" ditampilkan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang Kosambi Bandung Sabtu, 3 September 2016, menunjukan generasi muda mulai menyukai kesenian tradisional.*
KESENIAN tradisional longser generasi muda dari kelompok Joeroe membawakan cerita "Somad Bandar Entog" ditampilkan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang Kosambi Bandung Sabtu, 3 September 2016, menunjukan generasi muda mulai menyukai kesenian tradisional.*
BANDUNG,(PR).- Seni budaya tradisional tidak lagi menajdi monopoli kalangan orang tua dan masyarakat pinggiran kota. Generasi muda diingatkan untuk menjaga dan memelihara seni budaya tradisional.

“Bangsa kita dan segala sendi kehidupan semakin terpuruk akibat pengelolaan yang salah dan kurang keberpihakan kepada rakyat. Seni budaya tradisional yang menjadi jati diri dan identitas bangsa yang kini dapat kita banggakan dan harus dijaga dengan benar,” ujar Marwan, pemerhati budaya tradisional, disela-sela pegelaran seni Longser “Somad Bandar Entog”,di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang Kosambi Bandung, Sabtu malam, 3 September 2016.

Seni budaya tradisional menurut Marwan bukan lagi merupakan hal yang tabu dan harus ditutup-tutupi oleh para orang tua maupun para pelakunya. Bahkan yang harus dilakukan adalah mewariskannya dan menurunkannya melalui berbagai kegiatan pelatihan agar tidak salah kaprah dalam pemanfaatannya.

Demikian pula halnya dengan generasi muda sebagai pewaris, diingatkan Marwan agara mawas diri jangan sampai seni budaya tradisional tercerabud dari akarnya. “Saat ini banyak seni budaya yang lahir dari proses kreatifitas anak-anak muda dengan latar belakang seni tradisi, namun sangat disayangkan justru nilai-nilai modern atau seni budaya dari luar yang lebih dipertebal ketimbang seni budaya tradisional,” ujar Marwan.

Kembali menggeliatnya ketertarikan masyarakat pada hal-hal berbau tradisional dibenarkan Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya jawa Barat, Mochammad Darajatun. Pihaknya selaku UPT (Unit Pelaksana Teknis) dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, mulai kebanjiran proposal dan ajuan permohonan pegelaran seni budaya tradisional dari sejumlah daerah.

“Hal cukup menarik adalah ajuan bukan hanya dari pemerintah daerah ataupun pelaku seni budaya tradisional, tapi juga dari kalangan anak muda. Pegelaran seni Longser pada malam ini yang pelakunya rata-rata dari kalangan anak muda, karenanya kita langsung mengapresiasi dan memfasilitasinya untuk dipegelarkan di Rumentang Siang yang saat ini berada dibawah pengelolaan kami,” ujar Darajatun.

Kembali bergairahnya kegiatan seni budaya tradisional menurut Darajatun, pihaknya mengambil sejumlah langkah antisipasi. Program yang ditawarkan masyarakat dan diajukan untuk mendapatkan fasilitasi, merupakan kegiatan seni budaya yang bernar-benar berakar dari tradisi, bukan seni budaya modern dalam kemasan tradisi.***
Bagikan: