Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Jajang Abdul Kholik Dituntut 3 Tahun Penjara

Yedi Supriadi
JAJANG Abdul Kholik mengelus istrinya yang menangis di kursi pesakitan saat dituntut 3 tahun oleh jaksa KPK, Senin, 29 Agustus 2016.*
JAJANG Abdul Kholik mengelus istrinya yang menangis di kursi pesakitan saat dituntut 3 tahun oleh jaksa KPK, Senin, 29 Agustus 2016.*
BANDUNG, (PR).- Jajang Abdul Kholik dan Leni Marliani dituntut jaksa penuntut umum KPK selama tiga tahun. Menurut jaksa, kedua terdakwa terbukti telah menyuap jaksa dalam kasus pengurusan kasus BPJS Subang.

Demikian dalam sidang yang digelar di Ruang 1 Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (29/8/2016). Terdakwa didampingi penasehat hukum Didik Sumariyanto. Jaksa menyatakan terdakwa telah terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang Undang Tipikor.

Menurut jaksa, Leni atas perintah Jajang yang juga istrinya telah memberikan uang suap sebesar Rp 100 juta. Uang itu diberikan kepada Jaksa Kejati Jabar Devi Rochaeni disatukan dengan pengembalian uang kerugian negara Rp 160 juta.

Saat membacakan tuntutan, Leni terlihat menangis dikursi pesakitan, Jajang yang merupakan suaminya terlihat mengelus istrinya untuk tidak menangis. Usai membacakan tuntutan, hakim Longser Sormin mengundur sidang hingga 7 September dengan agenda pledi dari penasehat hukum terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya jaksa KPK menyidangkan Jajang dan Lenih dalam kasus suap penanganan kasus korupsi BPJS. Pada kasus ini, Jajang melalui Lenih diketahui menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta kepada jaksa Devyani untuk diserahkan kepada Fahri. Uang itu menurut KPK merupakan hadiah untuk kedua jaksa itu yang menangani kasus korupsi dana BPJS Kabupaten Subang di Kejati Jabar.

Lenih dan Devyani disergap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Kejati Jabar pada 11 April 2016. Dari hasil pemeriksaan kemudian terungkap, uang Rp 200 juta itu ternyata berasal dari Bupati Subang Ojang Sohandi. Menurut KPK, Ojang memberikan uang itu kepada Jajang untuk diserahkan kepada jaksa agar dia tidak terseret dalam kasus korupsi dana BPJS Kabupaten Subang.***
Bagikan: