Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Bandros dan Cerita Mirip Roro Jonggrang

Anwar Effendi
BANDUNG, (PR).- Keberadaan kendaraan Bandung Tour on The Bus (Bandros) mendadak jadi sorotan nasional. Itu bukan berarti karena Bandros mangkrak dari operasi. Justru sebaliknya nama Bandros jadi perbincangan karena kendaraan itu dipakai untuk mengarak pahlawan-pahlawan Indonesia yang meraih medali di ajang Olimpiade Rio 2016.

Ada cerita yang menarik dan menegangkan, sebelum Bandros menjadi pilihan sebagai kendaraan yang mengangkut atlet Indonesia keliling jalan protokol di ibu kota Jakarta. Saat Bandros melintas sambutan hangat pun terlihat diberikan masyarakat. Tak hanya para pengendara atau masyarakat yang membanjiri jalanan, namun juga anak-anak sekolah yang berbaris di sisi jalan hanya untuk melihat dan melambaikan tangan kepada peraih medali emas cabang bulu tangkis, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir serta dua orang atlet angkat beban peraih medali perak, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.

Ada yang menarik dari hiasan bus Bandung Tour on The Bus atau dikenal dengan nama bus Bandros yang dulunya pernah dipakai arak-arakan Tim Persib ketika menjuarai ISL tahun 2014 silam. Usut punya usut, ternyata bus tersebut digagas oleh PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss.

Layaknya mimpi di siang bolong, Presiden Direktur Bintang Toedjoe Simon Jonatan mengaku tidak percaya jika ide yang datang spontan akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Sebab hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, bus yang tidak terpakai di Bandung itu harus dilarikan ke Jakarta untuk diperbaiki sekaligus dihias.

"Saya sodorkan kepada menteri, agar dilakukan arak-arakan dan konvoi. Menteri pun setuju dan meminta bus terbuka dan kita pilih bus Bandros. Tapi yang buat tegang, persiapan itu kurang dari 12 jam. Karena bus harus diperbaiki dan dihias, posisinya juga ada di Bandung," cerita Simon usai penyerahan donasi kurban bersama NU Care-Lazisnu dan Lazismu di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Jln. Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Lewat dukungan Kemenpora, Kepolisian serta Pemerintah Kota Bandung, bus yang semula berwarna biru muda itu pun sukses terparkir di halaman Kantor Kemenpora dan disulap dengan kombinasi warna merah putih. Selain itu, semua simbol negara juga disematkan dalam setiap sisi bus.

"Kemenpora minta bus itu diubah, didandanin nuansa 17-an, kombinasi merah putih dan harus bisa dipakai dalam 12 jam ke depan. Jadi mirip cerita Roro Jonggrang dan Bandung Banduwoso, waktunya sedikit dan tidak ada kata tidak bisa buat para atlet kita," lanjutnya.

Walau ide berhasil dituangkan, Simon mengaku tidak lantas jumawa. Pihaknya justru berharap dapat terus membantu para atlet Indonesia untuk menorehkan prestasi, baik ditingkat nasional dan internasional. "Kita hanya ingin agar semua atlet di semua cabang olah raga bisa berprestasi. Seperti bus ini, kami jelas bangga, walaupun kami tidak ikut di atas ataupun jadi sopirnya," pungkas Simon.***
Bagikan: