Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.3 ° C

Areal Perkebunan Kopi di Kabupaten Bandung Diperluas

Ecep Sukirman
SOREANG, (PR).- Seiring tingginya permintaan kopi untuk pasar dalam dan luar negeri, Pemerintah Kabupaten Bandung akan memperluas lahan perkebunan kopi di kawasan perbukitan dan pegunungan. Selama ini, kopi asal Kabupaten Bandung sangat diminati pasar internasional dengan harga tinggi, bahkan menyabet sejumlah penghargaan bergengsi.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, selama ini permintaan kopi dari dunia internasional sebanyak 80 persennya berupa kopi arabika dan 20 persennya jenis robusta. Untuk produksi di dalam negeri, kondisinya terbalik dengan kebutuhan internasional. Indonesia memproduksi 80 persen kopi jenis robusta dan 20 persen jenis arabika. Kopi robusta ditanam di dataran rendah, sementara kopi arabika ditanam di dataran tinggi.

"Di Kabupaten Bandung ini kebanyakan yang tumbuh adalah jenis arabika. Jenis kopi arabika ini memang cocok ditanam di dataran tinggi di Kabupaten Bandung. Makanya akan sangat menguntungkan kalau lahan perkebunan kopinya diperluas," kata Tisna, Senin 22 Agustus 2016.

Di Kabupaten Bandung terdapat sekitar 12.000 hektare lahan perkebunan kopi. Sebagian kopi tumbuh di lahan milik Perhutani, sedangkan sisanya di lahan milik warga. Jumlah pohon kopi di Kabupaten Bandung saat ini mencapai 400.000 pohon.

Lahan kebun kopi ini, menurut Tisna, tersebar di berbagai kecamatan yang terletak di dataran tinggi, mulai dari Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Cimaung, Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey. Beberapa koperasi atau produsen kopi di antaranya meraih penghargaan tingkat nasional sampai internasional.

Ia menjelaskan, untuk kopi preanger diekspor ke beberapa negara di antaranya Maroko, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah.***
Bagikan: