Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian cerah, 23 ° C

Geopark Ciletuh Juga Miliki Keragaman Budaya

Retno Heriyanto
KESENIAN tradisional cepet asal Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, saat ditampilkan dalam pembukaan acara "Road to Ciletuh Geopark Festival 2016", Jumat 19 Agustus 2016 di Plaza Trans Studio Mall Bandung. Kesenian cepet merupakan hasil program pewarisan yang dilakukan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dalam upaya penyelamatan keragaman budaya kawasan Geopark Ciletuh sebagai salah satu persyaratan menuju pengakuan Geopark Ciletuh sebagai Global Geopark oleh UNESCO.*
KESENIAN tradisional cepet asal Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, saat ditampilkan dalam pembukaan acara "Road to Ciletuh Geopark Festival 2016", Jumat 19 Agustus 2016 di Plaza Trans Studio Mall Bandung. Kesenian cepet merupakan hasil program pewarisan yang dilakukan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dalam upaya penyelamatan keragaman budaya kawasan Geopark Ciletuh sebagai salah satu persyaratan menuju pengakuan Geopark Ciletuh sebagai Global Geopark oleh UNESCO.*
BANDUNG,(PR).- Dalam mewujudkan kawasan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi tidak hanya sebatas penanganan keragaman geologi (geodiversity) dan keragaman hayati (biodiversity). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat berupaya menangani keragaman budaya (culturediversity) melalui program pewarisan dan revitalisasi seni budaya berupaya.

"Sesuai dengan instruksi dan arahan dari bapak gubernur maupun wakil gubernur Jabar, kita (Disparbud Jabar) tidak hanya bersama-sama melakukan penyelamatan geodiversity dan biodiversity untuk dijadikan potensi pariwisata. Tapi kita juga konsiten untuk menyelamatkan khasanah seni budaya atau culturediversity di delapan kecamatan yang masuk wilayah pengembangan Ciletuh Geopark,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Ida Hernida, pada pembukaan acara Road to Ciletuh Geopark Festival 2016 di Plaza Trans Studio Mall Bandung, Jumat 19 Agustus 2016.

Pada acara yang secara resmi dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, ditegaskan Ida bahwa sejumlah seni budaya di wilayah Kabupaten Sukabumi secara bertahap akan masuk dalam program pewarisan yang dilakukan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. "Saat ini terus dilakukan identifikasi serta inventarisasi, beberapa kesenian seperti seni cepet dari (Desa) Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang ditampilkan hari ini," ujar Ida.

Dikatakan Ida, untuk mendukung terealisasinya pengakuan UNESCO terhadap Geopark Ciletuh menjadi Global Ciletuh setidaknya terpenuhi persyaratan keragaman geologi, keragaman hayati, dan keragaman budaya. Ketiga persyaratan itu harus terintegrasi dalam satu kawasan taman geologi.

Ciletuh Geopark Festival 2016 bertajuk "Culture Meet Nature" yang akan digelar 27-26 Agustus 2016 mendatang di Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu bagian dari persyaratan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO agar Geopark Ciletuh menjadi Global Geopark. Selama dua hari, geodiversity, biodiversity dan culturediversity akan dieksploitasi melalui berbagai ragam kegiatan.***
Bagikan: