Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

Pokemon Go, Obat Kerinduan Berinteraksi

Dewiyatini
BANDUNG,(PR).- Tingginya animo masyarakat pada aplikasi permainan Pokemon Go menunjukkan kerinduan akan kesenangan berinteraksi. Interaksi nyata semakin berkurang. Sehingga digantikan dengan permainan virtual.

Psikolog Elia Daryati mengatakan hakikatnya sebuah permainan adalah alat kesenangan. Tujuannya bisa bermacam-macam. "Bisa untuk mengasah otak, senang-senang, atau kompetisi," ujarnya.

Permainan memiliki dampak positif. Apalagi Pokemon Go itu diperuntukkan agar para gamer bermain dengan cara bergerak. Tidak heran bila ditemukan para gamer tengah berburu pokemon di area publik.

Namun jika berlebihan, akan menimbulkan ekses negatif. Elia menyebutkan kecanduan permainan merupakan akibat kegagalan pengendalian diri. "Orang dewasa saja kalau sudah tidak bisa mengendalikan diri, tidak berdaya. Apalagi anak-anak," ucapnya.

Elia mengatakan game atau permainan itu adalah bagian dari hidup. Tapi kenyataannya, banyak orang yang menganggap permainan sebagai hidupnya.

Elia berharap ramai-ramai berburu Pokemon Go itu hanyalah euforia sesaat. Rasa ingin tahu saja yang menyebabkan tingginya pemain permainan yang baru dirilis pada 6 Juli 2016 itu.

Keberadaan Pokemon Go itu, kata Elia, harus menjadi tantangan bagi para developer game. "Mungkin developer game dapat mengkreasikan permainan lain yang lebih edukatif dan sehat bagi para gamer," kata Elia.

Game yang dihasilkan itu tetap tidak dapat menggantikan interaksi nyata. Para gamer pun, kata Elia, harus mampu mengukur kemampuan diri.

"Dia harus memperhitungkan sepadankah pengorbanan waktu, energi, dan uang untuk bermain dibandingkan dengan pencapaiannya," ujarnya.***
Bagikan: