Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Uji Formalin Gratis di Pasar Atas Cimahi

Ririn Nur Febriani
PETUGAS dari kementrian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Pemkot Cimahi memeriksa daging ikan dalam rangka bulan bhakti karantina dan hasil mutu perikanan, di Pasar Atas, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Selasa 28 Juni 2016. kegiatan tersebut untuk menguji kualitas ikan, daging, dan berbagai makanan olahan yang dijual di pasar tersebut dari bahaya formalin secara gratis.*
PETUGAS dari kementrian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Pemkot Cimahi memeriksa daging ikan dalam rangka bulan bhakti karantina dan hasil mutu perikanan, di Pasar Atas, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Selasa 28 Juni 2016. kegiatan tersebut untuk menguji kualitas ikan, daging, dan berbagai makanan olahan yang dijual di pasar tersebut dari bahaya formalin secara gratis.*
CIMAHI, (PR).- Untuk memastikan produk ikan, daging, dan olahannya aman dari zat formalin, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Bandung, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar uji gratis di Pasar Atas Cimahi Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi, Selasa 28 Juni 2016. Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahan makanan layak dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

Penyelenggaraan uji formalin disediakan secara gratis sejak pukul 9.00 WIB. Pelaksanaan uji formalin itu bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertanian dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi. Di sana tak hanya menerima sampel ikan dan daging dari para pedagang, tapi masyarakat juga banyak yang sengaja mendatangi tempat pengujian untuk mengetahui barang yang dibelinya aman dari mengandung formalin.

Seperti diungkapkan warga Citeureup, Lukas (55). Dirinya curiga melihat kondisi hati ampela ayam yang dibelinya. "Kelihatan dari warnanya agak pucat, meragukan. Sepertinya sudah masuk kulkas. Pas lihat ada tes formalin ini, saya ingin memastikan juga yang dibeli ini aman dikonsumsi tidak," ujarnya.

Dia membeli 7 pasang hati ampela untuk dimasak di rumah. "Butuh penjelasan juga dari petugas soal formalin pada makanan. Siapa tahu nanti sewaktu-waktu menemukan lagi bahan pangan yang mencurigakan, kan kalau mengandung formalin membahayakan kesehatan," ucapnya.

Hal serupa dilakukan pedagang daging ayam, Neni Rukmini (42). "Saya tadi memeriksakan daging yang dijual, alhamdulillah hasilnya tidak berformalin," ungkapnya. Menurut Neni, ia tak takut barang yang dijualnya diperiksa namun justru menguntungkan karena setelah lolos uji, akan diberi surat keterangan.

"Layanan ini sangat bagus, semua tahu formalin berbahaya. Jadi saya bisa bilang sama pembeli kalau dagangan saya aman dari formalin," katanya.

Kepala Urusan Tata Ùsaha, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Bandung, Isep Wahyudin, mengatakan, layanan uji formalin terhadap produk perikanan dan olahannya digelar dalam rangka Bulan Bhakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan. Hal ini sekaligus membantu masyarakat untuk memastikan tidak adanya produk perikanan dan olahannya yang beredar mengandung formalin.

"Kita ingin memastikan produk perikanan dan olahannya bebas dari formalin. Sebab jika mengandung formalin berbahaya," katanya.

Dalam kegiatan ini pihaknya melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait mutu perikanan. Kegiatan tersebut ditujukan kepada masyarakat dan pedagang dalam rangka pendidikan kepada masyarakat dan pembinaan terhadap pedagang agar memperhatikan jaminan keamanan pangan. "Dengan sosialisasi kita berharap masyarakat maupun pedagang menjaga mutu hasil perikanan," katanya.

Kasubbag UPTD Pasar Diskopindagtan Cimahi, Syahrizal membenarkan uji formalin ini untuk mengantisipasi ada produk yang mengandung formalin. Selain pengujian, pihaknya juga melakukan pengawasan sampai tingkat pedagang. "Tidak menutup kemungkinan ada saja produsen yang menggunakan formalin agar produknya tahan lama. Tapi kita lakukan pengawasan pada para pedagangnya," ujarnya.

Dijelaskan Syamrizal, sampai saat ini belum ditemukan produk ikan, daging, dan olahannya yang mengandung formalin. Pihaknya berharap pedagang tidak menjual produk berformalin karena berbahaya jika dikonsumsi. "Saya imbau pedagang jangan sampai menjual produk yang mengandung zat berbahaya karena membahayakan kesehatan dan merugikan masyarakat," tuturnya.***
Bagikan: