Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

'Sepakat', Permudah Urusan Adminsitrasi Kependudukan Mulai dari RT/RW

Ririn Nur Febriani
PETUGAS Kecamatan Cimahi Utara sedang melayani warga di Kantor Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.
PETUGAS Kecamatan Cimahi Utara sedang melayani warga di Kantor Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.
CIMAHI, (PR).-Kemudahan layanan administrasi kependudukan ditawarkan Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi lewat konsep Sasarengan Lengkapi Persyaratan atau disingkat "Sapakat". Dengan layanan tersebut, masyarakat diberi informasi persyaratan administrasi kependudukan sejak dari tingkat RT/RW sehingga memudahkan dan mempercepat penyelesaian urusan.

"Konsep ini sedang kita galakkan. Bagaimana masyarakat mendapat informasi persyaratan kebutuhan mengurus administrasi kependudukan sejak di tingkat RT/RW. Sehingga menghemat waktu mereka dengan menyiapkan secara lengkap di rumah dan tidak perlu bolak balik ke kelurahan/kecamatan," ujar Camat Cimahi Utara Hendra Gunawan saat ditemui di kantor Kecamatan Cimahi Utara Jln. Jati Serut Kota Cimahi, Jumat 24 Juni 2016.

Sebelumnya, masyarakat hanya mendapat surat pengantar dari pengurus RT/RW setempat tanpa mengetahui persyaratan lengkap. Dengan konsep ini, jajaran pengurus RT/RW sudah mendapat pembekalan akan konsep Sapakat. Ke depan hal ini bakal diinformasikan ke masyarakat lewat banner atau spanduk yang akan dipasang di tiap RW. "Dengan 'Sapakat', akan ada ceklis form persyaratan epengurusan administrasi kependudukan yang dibutuhkan sejak di tingkat RT/RW. Jadi, layanan yang biasanya 7-14 hari bisa lebih singkat lagi kalau persyaratan sudah langsung komplit," imbuhnya.

Pihaknya juga menetapkan konsep pejabat piket untuk pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, tidak ada alasan pelayanan terbengkalai karena pejabat sedang tidak ditempat. "Disiapkan pejabat piket yang punya surat kuasa tiap harinya, jadi tidak ada alasan tertunda pelayanan gara-gara urusan rapat atau sedang tidak ditempat. Sistem layanan ditingkatkan, sumber daya manusia juga ditingkatkan," imbuhnya.

Dengan kemudahan layanan yang diberikan, diakui Hendra, masih ada masyarakat yang tidak tertib dalam urusan administrasi kependudukan. "Misalnya sudah lama pindah tapi tidak lapor, jadinya membuat data kependudukan sulit dimutakhirkan. Padahal, layanan sekarang sudah dipermudah, juga tidak dipungut biaya apapun. Sayangnya, kesadaran masyarakat tidak sama soal urusan administrasi kependudukan," ungkapnya.

Kecamatan Cimahi Utara dihuni 130.000 jiwa yang tersebar di 460 RT, 87 RW, dan 4 kelurahan terdiri dari Cibabat, Pasirkaliki, Citeureup, dan Cipageran. Menurut Hendra, wilayah Cimahi Utara masih luas dengan tingkat sebaran penduduk merata. Dengan luasnya wilayah, dibutuhkan sinergitas pelayanan kepada masyarakat mulai dari unsur kecamatan, kelurahan, puskesmas, hingga lembaga lainnya.

Dengan layanan unggulan tersebut, Kecamatan Cimahi Utara dipilih menjadi wakil Kota Cimahi dalam Lomba Kecamatan tingkat Provinsi Jawa Barat 2016. "Dengan diiikutsertakan dalam lomba menjadi motivasi namun bukan terobsesi akan kemenangan. Karena pada dasarnya tugas kami bagaimana melayani masyarakat dan menyelesaikan permasalahan yang ada," tuturnya.

Asisten bidang Pemerintahan Setda Kota Cimahi Maria Fitriana menilai, layanan yang diberikan Kecamatan Cimahi Utara terintegrasi dengan Pemkot Cimahi. "Semua perangkat daerah kami dukung dari segi sistem dan sumber daya agar bisa melayani masyarakat dengan baik," ujarnya.

Misalnya, Sistem Informasi Manajemen Kelurahan (Simkel) yang ada di tiap kelurahan terintegrasi ke Pemkot Cimahi. Sistem layanan berbasis daring di tingkat kelurahan di Kota Cimahi diterapkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, kelurahan langsung terkoneksi dengan dinas terkait sehingga waktu layanan lebih efektif dan efisien.***
Bagikan: