Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

E-budgeting Koreksi Ratusan Miliar

Amaliya
BANDUNG, (PR).- Sistem penganggaran secara elektronik atau e-budgeting mengoreksi kegiatan yang tidak efektif untuk anggaran pendapatan dan belanja Kota Bandung 2017. Kegiatan tidak efektif itu mencapai ratusan miliar.

"Kami menemukan banyak temuan tidak efektif dan tidak jelas. Jadi perjalanan dinas dalam daerah di dalam negeri akan dipotong 50 persen, keluar negeri juga dipotong 50 persen dan akan diatur seizin pimpinan," kata Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, seusai rapat pimpinan di Balai Kota, Senin 20 Juni 2016.

Ridwan tidak menyebutkan angka pasti anggaran perjalanan dinas tersebut. Namun, dia mencontohkan alokasi lain yakni biaya fotokopi yang dalam setahun untuk semua satuan kerja perangkat daerah menghabiskan Rp 12 miliar.

"Memang tidak ada korupsi, tapi ada cara lebih hemat. Kita akan ubah dengan membeli mesin fotokopi sehingga tidak ada biaya memfotokopi," kata dia. Nantinya, Pemerintah Kota Bandung akan membentuk unit pelaksana teknis logistik. Unit ini bertugas membuat standar harga dan menyediakan kebutuhan logistik dengan harga yang sama untuk setiap SKPD.

Penghematan hingga ratusan miliar itu, menurut Ridwan, akan digeser ke belanja publik yang prioritas yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dalam seminggu ini, Pemerintah Kota Bandung akan menentukan proporsi anggaran untuk kegiatan prioritas.

Selain mengoreksi pos-pos kegiatan yang tidak efektif, sistem e-budgeting yang baru diadopsi Kota Bandung itu juga ‎akan mengubah sistem penghonoran menjadi berbasis kinerja. Selama ini sistem penghonoran pegawai negeri dinilai masih belum adil. PNS malas masih mendapat honor yang sama dengan mereka yang rajin.

"Yang bolos atau sakit penghasilannya masih sama dengan yang rajin," ujar Ridwan. Dengan e-budgeting, honor yang diperoleh PNS dihitung berdasarkan kinerja. Mereka yang rajin hadir dengan produktivitas tinggi, akan mendapat apresiasi insentif yang berbeda dengan PNS malas.

Sekretaris Kota Bandung, Yossi Irianto, mengatakan e-budgeting merupakan penyempurnaan dari sistem Birem (Bandung integrated resources system). "E-budgeting menjadi salah satu alat kontrol dan jadi bagian reformasi birokrasi. Kita harus jadi role model," kata dia.

Yossi mengakui pada tahun sebelumnya masih kecolongan seperti adanya duplikasi penganggaran karena lemahnya pengawasan. Namun, dengan e-budgeting akan terdeteksi. "Usulan akan diverifikasi. Hayu saja mengusulkan hal yang sama misalnya tahun ini Rp 600 miliar untuk perbaikan jalan. Masa tahun depan usulkan hal yang sama, tidak bisa," kata dia.***
Bagikan: