Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Badai petir, 23.6 ° C

Dinyatakan Sesat, Hikmatul Iman Masih Jalankan Kegiatan

Sarnapi
BANDUNG, (PR).- Warga masyarakat mendatangi kantor MUI Jabar di Jalan LLRE Martadinata, Selasa, 7 Juni 2016 mengadukan organisasi “Hikmatul Iman” yang tetap berjalan kegiatannya. Padahal, MUI Jabar maupun MUI Kabupaten Cianjur sudah menyatakan “Hikmatul Iman” menyimpang dari ajaran Islam sehingga sudah dinyatakan sebagai aliran sesat.

Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Achyar, paham-paham yang dibawa “Hikmatul Iman” terindikasi sesat karena memenuhi salah satu kriteria aliran sesat versi MUI yaitu menafsirkan Al Quran tanpa metode penafsiran yang baku. “Misalnya, soal Nabi Yunus yang masuk ke dalam perut ikan paus dinyatakan Hikmatul Iman masuk ke kapal selam bukan ikan paus. Apakah pada saat itu sudah ada kapal selam?” katanya.

Demikian pula dengan pemahaman Nabi Adam masih hidup karena tidak ada ayat di Alquran yang menyatakan Nabi Adam sudah meninggal dunia. “Kalau tidak ada ayat Al Quran yang menyatakan Nabi Adam sudah wafat, maka semua nabi juga masih hidup. Ini kan penafsiran yang keliru,” tuturnya.

Sedangkan MUI Kabupaten Cianjur, kata Rafani, dalam surat keputusan pada 28 Mei 2013 menyatakan, lembaga “Hikmatul Iman” sebagai aliran menyimpang karena ditemukan adanya beberapa kejanggalan. “Misalnya keyakinan Arkhytirema, tokoh utama dalam novel Arkhytirema, memiliki peran sebagai penjaga Rasulullah Saw. Arkhytirema diyakni Hikmatul Iman turut mengerahkan burung Ababil dalam perang melawan tentara gajah di tahun kelahiran Rasulullah,” ujarnya.

Demikian pula penafsiran guru utama Hikmatul Iman, Dicky Zainal Arifin, yang menyatakan kata malaikat dalam Alquran berarti energi. “Yang lebih jauh lagi adanya faham bahwa Dicky mengetahui tata cara shalat Nabi Adam yang bernama Wishnu. Bagaimana ada versi salat Nabi Adam malah ada sebutannya Wishnu?” ucapnya.

Untuk itu, MUI Jabar meminta aparat terkait termasuk aparat keamanan untuk menertibkan keberadaan lembaga “Hikmatul Iman” ini karena sudah meresahkan masyarakat. “Harus ada tindakan cepat dan tegas untuk membendung penyebaran faham-faham dari Hikmatul Iman karena masyarakat pasti tertarik dengan awalnya dibungkus ilmu bela diri,” katanya.***
Bagikan: