Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Protes Bus Sekolah, Angkot Minta Disubsidi

Amaliya
AUDIENSI pengemudi angkot dengan perwakilan Pemkot Bandung di Balaikota Bandung, Kamis, 2 Juni 2016.*
AUDIENSI pengemudi angkot dengan perwakilan Pemkot Bandung di Balaikota Bandung, Kamis, 2 Juni 2016.*
BANDUNG, (PR).- Pengadaan bus sekolah dinilai tidak efektif karena untuk membiayai operasional 3 koridor menghabiskan Rp 6 miliar/tahun. Anggaran itu diminta untuk menyubsidi angkutan kota yang sudah ada sebagai angkutan bagi para siswa.

"Misalnya ongkos Rp 3.000, anak sekolah bayar Rp 2.000 plus tiket Rp 1.000. Tiketnya nanti kami tukar ke Kobanter (Koperasi Bandung Tertib) yang berbadan hukum," ujar Sagala, salah seorang pengemudi angkot jurusan Cicadas-Cibiru, dalam audiensi di Aula Balai Kota Bandung, Kamis, 2 Juni 2016.

Dengan langkah demikian, menurut ‎dia, pihak angkot dan siswa tidak dirugikan. Bus sekolah berukuran besar yang saat ini dinilai justru menyumbang kemacetan, juga tidak perlu diadakan.

"Kalau Rp 6 miliar disubsidi ke sopir-sopir angkot ini, sudah senang mereka," kata Sagala.

Sagala menegaskan, usulan adanya tiket atau voucer itu telah disampaikan sebelum bus sekolah diberlakukan. Namun, pemkot tidak menggubris sehingga emosi pengemudi angkot tak terbendung lagi. Puncaknya, mereka meluapkannya melalui aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung.

Menanggapi usulan itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yan Heryana, mengatakan bantuan atau subsidi tidak bisa diberikan kepada perorangan. Subsidi bisa diberikan kepada badan hukum.

"Ada 5.521 angkot di Bandung. Semuanya harus berbadan hukum dulu," kata dia.***
Bagikan: