Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Asyik, di Bandung Akan Ada Museum Satwa

Tri Joko Her Riadi
PEMERINTAH Kota Bandung berencana membangun museum edukasi satwa di Taman Tegallega Kota Bandung. Taman tersebut menjadi satu dari enam taman prioritas yang akan direvitalisasi tahun ini.*
PEMERINTAH Kota Bandung berencana membangun museum edukasi satwa di Taman Tegallega Kota Bandung. Taman tersebut menjadi satu dari enam taman prioritas yang akan direvitalisasi tahun ini.*
BANDUNG, (PR).- Sebuah museum bertemakan edukasi satwa rencananya akan dibangun di Kota Bandung dalam waktu dekat. Lokasinya akan berada di Taman Tegallega.

Pembangunan museum tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi Taman Tegallega. Selain museum, di taman seluas 7,6 hektare itu akan dibuat pula amfiteater, kolam bermain anak, dan lapangan upacara berlantai batu granit. Selain itu, Pemkot Bandung juga akan merobohkan pagar yang menghadap Jalan PETA.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan dan Permakaman Kota Bandung Dadang Darmawan mengatakan, seorang kolektor binatang awetan sudah menyatakan kesediaan untuk menyerahkan koleksinya. “Museum ini bertemakan edukasi. Seorang kolektor sudah siap menyerahkan secara sukarela koleksi binatang awetannya,” ujar Dadang, di Balai Kota Bandung, kemarin.

Ia tidak menyebutkan identitas penyumbang binatang awetan tersebut. Dadang hanya menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan serta-merta menerima seluruh koleksi yang akan dihibahkan tersebut. Akan ada seleksi untuk menghindari pemajangan binatang-binatang yang berstatus dilindungi negara.

Saat ini proses pembuatan DED tengah berjalan dan diharapkan tuntas pada akhir April. Lelang pengerjaan fisik ditargetkan mulai Mei. Dengan asumsi pengerjaan lima bulan, proyek diharapkan tuntas pada November 2016.

Sementara itu, Koordinator Profauna Representatif Jawa Barat Plus Rinda Aunillah Sirait mengingatkan Pemkot Bandung agar berhati-hati dalam kebijakan mereka memamerkan koleksi binatang awetan. Menurut dia, sebaiknya ada komunikasi intens dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat.

“Yang dikhawatirkan adalah jika nanti ada binatang-binatang dengan status dilindungi turut dipamerkan. Alih-alih menjadi ajang edukasi, museum ini justru bisa jadi kontraproduktif terhadap usaha kita dalam melestarikan binatang langka,” kata Rinda.

Menurut Rinda, sekalipun nantinya tidak memamerkan binatang awetan yang dilindungi, Pemkot Bandung tetap harus mempertimbangkan baik-baik keputusan memajang binatang awetan. Harus diwaspadai, mayoritas binatang awetan itu tidak mati secara natural, tapi hasil buruan. “Pertanyaannya, apakah pantas memajang hewan hasil hobi berburu?” ujarnya.

Revitaliasi Taman Tegallega merupakan bagian dari rencana revitaliasi enam taman prioritas sepanjang 2016. Pemkot Bandung mengalokasikan dana tak kurang dari Rp 42 miliar untuk kegiatan tersebut.***
Bagikan: