Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Narapidana Pesta Narkoba di Lapas Banceuy, Kembali Disidangkan

Yedi Supriadi
BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak lima orang terpidana kasus narkoba yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Banceuy, kembali terjerat kasus narkoba dan berurusan dengan pengadilan. Mereka didakwa telah melakukan pesta narkoba di dalam Lapas Banceuy. Demikian terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (12/1/2016).

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Marudut Bakara tersebut dihadirkan lima terdakwa yang juga sekaligus narapidana yakni Jhonny alias Budi, Muhammad Najib alias Giok, Nandar Hidayat alias Ipe, Kiki Ramahadi, dan Dede Hasanudin.

Dalam sidang tersebut dihadirkan saksi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Banceuy, Christo Viktor. Dalam keterangannya Christo menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada 11 Agustus 2015. Waktu itu ada informasi di blok E Kamar No 21 Lapas Banceuy ada yang membawa telepon genggam. Kemudian oleh petugas di razia hingga akhirnya didapat.

Setelah itu petugas menaruh curiga terhadap kamar sebelahnya yakni kamar 20, karena berdasarkan informasi sebelumnya ada yang memakai narkoba.

Kemudian oleh petugas langsung dilakukan penggeledahan terhadap lima penghuni kamar. Dari penggeledahan tersebut petugas mendapatkan barang bukti berupa bong atau alat penghisap sabu dan sebuah korek api.

Kemudian kelima penghuni digelandang dan dilakukan pemeriksaan selanjutnya. Kepada petugas mereka mengaku saat digerebek habis pesta narkoba sabu-sabu sehingga tidak ada barang bukti sabu yang didapat.

Setelah itu, petugas langsung melimpahkan kasus tersebut ke Polrestabes Bandung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Mereka mengakunya pada saat digerebeg telah memakai narkoba," ujarnya.

Sementara menurut Jaksa Penuntut Umum Cecep menyatakan bahwa kelima narapidana itu setelah dites urine positif mengonsumsi narkoba. Cecep pun sempat menanyakan mengenai narkoba tersebut asalnya dari mana.

Mereka semua menyatakan bahwa narkoba tersebut berasal dari Sandi Kurniawan, namun saat dilakukan tes urine Sandi negatif.

Menurut Cecep, kelima terdakwa dijerat pasal 127 Undang Undang Narkotika.

Hakim ketua, Marudut Bakara sempat menceramahi para terdakwa, karena kelimanya merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman antara 4 tahun hingga 15 tahun.

"Saudara seharusnya bertobat dan tidak melakukan hal seperti ini. Karena dihukum itu untuk tidak mengulangi perbuatan, ini malah melakukan hal yang sama," ujarnya.

Mendapat ceramah seperti itu, kelima terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya. "Saya menyesal pak hakim," ujarnya. (Yedi S/A-88)***
Bagikan: