Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Buat Mi Berformalin, Ibu Rumah Tangga Disidangkan

Yedi Supriadi
BANDUNG, (PRLM).- Produsen mi basah di Kota Sukabumi, Iis Rusminajah didakwa memproduksi pangan mengandung formalin. Kasus yang menjerat ibu rumah tangga ini disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (15/12/2015).

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Saptono diagendakan pemeriksaan dua saksi dari BP POM yakni Lintang, Wacid.

Dalam pemeriksaan saksi tersebut terungkap mengenai kronologis penangkapan dan pemeriksaan barang bukti mi formalin.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tedy Setiawan menuturkan, pada Maret 2014, petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menyidak rumah produsen terdakwa di Jalan Letda T. Asmadi no. 30 RT 03/01 Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.

"Mi basah yang ditemukan oleh dua petugas, dicurigai telah menggunakan bahan terlarang dan saat itu juga langsung diperiksa menggunakan tes kit formalin. dan hasilnya positif mi basah yang diproduksi terdakwa mengandung formalin," ujar Tedy di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jalan LLRE Martadinata Bandung, Selasa.

Tedy menyebutkan, barang bukti pangan yang diamankan di antaranya, mi basah seberat 25 kilogram yang dikemas dengan 30 bungkus, coustic soda sebanyak satu karung, formalin sebanyak satu setengah jerigen, air olahan satu seperempat jerigen, terigu satu karung, pewarna dua bungkus, dokumen satu plastik.

"Barang bukti pangan yang diamankan yaitu mie basah, telah diuji ulang pada Agustus 2014 lalu oleh petugas balai besar dan hasilnya sama, positif terdapat bahan berbahaya formalin," katanya.

Akibat perbuatannya, terdakwa terancam hukuman 10 tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal 136 huruf b jo pasal 75 ayat 1 huruf b Undang Undang Republik Indonesia nomor 18/2012 tentang Pangan. Sidang dilanjutkan Selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Yedi Supriadi/A-88)***
Bagikan: