Sabtu, 25 Januari 2020

Bantu Ketahanan Pangan Nasional, Global Wakaf-ACT Luncurkan Lumbung Beras Wakaf di Blora

- 5 Desember 2019, 14:56 WIB
Global Wakaf meluncurkan Lumbung Beras Wakaf (LBW) di Blora, Rabu 4 Desember 2019.* /Dok ACT

BLORA, (PR).- Aksi Cepat Tanggap mengerahkan berbagai armada kemanusiaan untuk
mengantarkan bantuan pangan pokok sebagai penyambung hidup saudara sebangsa yang sangat membutuhkan.

Dalam pendistribusiannya, bantuan pangan kerap kali dipasok dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) binaan Global Wakaf-ACT. Sebagai ikhtiar menguatkan ketahanan pangan di Indonesia, kini Global Wakaf meluncurkan Lumbung Beras Wakaf (LBW) pada Rabu 4 Desember 2019.

LBW hadir sebagai program pengadaan beras untuk kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan, misalnya saja pada kondisi bencana maupun untuk warga prasejahtera.

Baca Juga: HP Sekuritas dan Global Wakaf-ACT Meluncurkan Layanan Wakaf Saham dan Digital Donasi HPX Syariah

Program ini memiliki gudang logistik dan peralatan produksi beras untuk mengolah beras-beras berkualitas petani di Blora. Aktivitas LBW pun memberdayakan petani-petani lokal.

Kehadiran LBW sendiri merupakan hasil pengelolaan aset wakaf produktif yang diamanahkan kepada Global Wakaf sebagai nazir.

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT mengungkapkan, Lumbung Beras Wakaf hadir menjawab permasalahan umat, yakni kemiskinan dan ketahanan pangan.

Kemiskinan menjadi masalah utama negeri ini, ditambah kondisi ekonomi negeri yang belum membaik, menjadikan sebagian masyarakat sulit dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari terutama terkait kebutuhan pangan.

“Lumbung Beras Wakaf menjadi salah satu program unggulan lembaga untuk menggerakkan kepedulian umat dalam mengatasi masalah pangan dari sisi hulu, didukung dengan kehadiran armada Humanity Rice Truck dan Humanity Food Truck untuk di sisi hilirnya. Kami ingin terus mengedukasi masyarakat terkait sistem pengelolaan wakaf produktif bagi para petani guna meningkatkan perekonomian,” ungkap Ahyudin.

Baca Juga: ACT Perkenalkan Armada Rice Truck kepada Publik

Saat ini, program telah dikelola oleh mayoritas para petani kecil yang ada di Desa Jipang. Hal ini karena mayoritas dari 2.200 penduduk merupakan buruh tani dengan kondisi jika waktu panen selesai, para buruh tani tidak memiliki pekerjaan lain.

Melalui program ini, para petani Desa Jipang tidak perlu lagi menjual gabah hasil panen ke tengkulak. Harga gabah pun ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antara pengurus LPW dengan petani.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan juga menambahkan, keberadaan LPW sebagai induk program dari LBW berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan beberapa tahapan. “Ada beberapa tahapan yang kami lakukan.

Baca Juga: Aksi Cepat Tanggap Bantu Padamkan Api di Bengkalis, Riau

Pertama, penyediaan lahan pertanian. Wakaf pangan mencoba menjaga lahan agar tidak dialihfungsikan ke hal lain dengan jaminan status wakaf lahan.

Kedua, kami melakukan pembelian hasil panen di atas harga pasar sehingga lebih menguntungkan petani.

Ketiga, kami lakukan pendampingan petani, seperti budidaya pertanian berupa standardisasi benih, pengolahan lahan, penanaman dan perawatan serta pengolahan pascapanen. Keempat, pendirian Lembaga Keswadayaan Wakaf Desa (LKWD).

Selain itu, kami juga menyediakan pabrik pengolahan padi berupa huller & drying, ” tutupnya.

Menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang menunjukkan dalam enam tahun terakhir (2013-2018) luas baku sawah secara nasional menyusut cukup signifikan, 8,32% atau sekitar 645 ribu hektar.

Baca Juga: ACT Apresiasi Pengabdian Guru Prasejahtera Lewat Program “Sahabat Guru Indonesia”

Sedangkan luas area cetak sawah baru pada 2014-2018 hanya sekitar 215 ribu hektar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut luas lahan pada 2018 tinggal 7,1 juta hektar, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektar.

Dengan kondisi Indonesia berada di urutan 73 di dunia dengan tingkat kelaparan kategori serius, 10,8 juta penduduk miskin kategori ekstrim, dan 2,02% kenaikan harga bahan pangan di tahun 2019.

Kondisi di atas dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Untuk itu, demi menjaga
ketersediaan pangan dan mencegah alih fungsi lahan, Global Wakaf-ACT telah mempelopori berdirinya Lumbung Pangan Wakaf (LPW) sebagai induk program dari Lumbung Beras Wakaf (LBW).

Baca Juga: Kisah Santri AshShalahuddin Berjualan Kerupuk Lele

Prinsip LPW menggunakan wakaf sebagai penggerak dengan menjaga hasil panen dan kesinambungan lahan yang tidak boleh dialihfungsikan untuk kebutuhan lainnya.

Dengan tanah kelola seluas 98 ha di Blora, program Lumbung Beras Wakaf (sub-program LPW) akan mendukung beberapa program pangan seperti Beras untuk Santri (BERISI) untuk memenuhi kebutuhan beras di pesantren-pesantren, Humanity Rice Truck yang akan mendistribusikan beras bagi keluarga prasejahtera, Humanity Food Truck yang siap memberikan makanan siap santap bagi masyarakat prasejahtera, serta untuk menyuplai kebutuhan Ritel Wakaf untuk diperjualbelikan kepada publik.

Halaman:

Editor: Rahmad Maulana

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X